SIDRAP, AJPNews -- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Watang Pulu, tepatnya di Jalan Andi Cammi Desa Ciro-Ciroe, Kabupaten Sidrap saat ini terus menggenjot tamatan pelajar yang berkualitas sesuai dengan visi dan misi yakni menjadikan lembaga pendidikan yang unggul, berbudaya dan religus dalam mengisi peluang kerja di era global.
Hasilnya, siswa SMKN 1 Watang Pulu, baru-baru ini berhasil menciptakan inovasi kendaraan yang dinamai "Otoben". Otoben ini merupakan perpaduan antara mobil dan bendi. Kini, karya siswa itu, siap dipasarkan di wilayah Ajatappareng.
Disebut otoben, lantaran hasil karya pelajar kelas XII dari jurusan Teknik Pengelasan itu, sepintas memang menyerupai mobil dan sebagian seperti bendi. Apalagi, meski didesain menggunakan empat roda, kendaraan ini bellum dilengkapi mesin. Namun, 2 penumpang yang duduk di jok depan, harus menjalankan dengan menggunakan roda.
Kini, otoben telah dipamerkan di pameran pendidikan di Pelataran Parkir Taman Monumen Ganggawa, Pangkajene.
Kepala SMKN 1 Watang Pulu, Drs H Sultan La Obo MPd, Jumat (4/5) kemarin mengatakan, hasil produksi siswa binaannya itu, sudah mulai dipasarkan di sejumlah wilayah.
Kabarnya, otoben banyak diminati kalangan pengusaha maupun perorangan, dengan harga Rp 5 juta perunit. Menurut H Sultan, autoben sudah terjual satu unit dan pembelinya orang dari Kabupaten Pangkep. otoben cocok ditempatkan di objek-objek wisata, karena sangat ramah lingkungan.
Masih kata Sultan, 4 orang pengusaha lainnya sudah mendaftarkan diri untuk membeli produk hasil dari karya siswa SMKN 1 Watang Pulu itu. "Sebenarnya sudah ada 10 orang yang berminat untuk memiliki dan membeli otoben ini, namun baru 4 orang yang memastikan akan membelinya," terangnya.
Ia menjelaskan, otoben tercipta dari inisiatif para rekan-rekan guru maupun siswa, dibantu beberapa program Pemerintah Kabupaten Sidrap. "Kita produksi otoben, karena terinspirasi pada bendi dan mobil. Nah dari situlah, kami mencoba-coba serta memberikan gambaran kepada para siswa, lalu meraka mengerjakannya sendiri," tandasnya.
Terpisah, Guru Teknik Mesin SMKN 1 Watang Pulu, Hasanuddin SPd menerangkan, otoben bisa dinaiki 4 hingga 5 orang dewasa.
Kendaraan ini, terbuat dari bahan-bahan seperti besi pipa dan plat baja, berukuran 2x2 meter dengan pipa ukuran seperdua inci. Setiap otoben, memakan waktu produksi hingga 2 minggu.
"Sebenarnya kita berharap, inovasi siswa SMKN 1 Watang Pulu itu, bisa memiliki mesin, sehingga dapat digunakan di mana saja.
Inovasi dan kreatifitas siswa SMKN 1 Watang Pulu itu mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Bupati Sidrap, H Rusdi Masse memuji otobend karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Watang Pulu itu, setelah medengar informasi dan spesifikasi perpaduan mobil dan bendi tersebut.
Rusdi Masse berharap, siswa sekolah menengah kejuruan di daerah itu, bisa membuat terobosan seperti yang dilakukan siswa SMK lainnya di daerah lain, terutama di Kota Solo yang membuat mobil Esemka Rajawali.
"Pelajar SMK di Sidrap bisa mengambil pelajaran dari terobosan yang dilakukan para siswa di derah lain. Layak untuk dikembangkan," katanya.
Soal otobend yang dihasilkan para siswa SMK di Watang Pulu, itu masih perlu disempurnakan, dan bupati berharap, ke depan siswa SMK di Sidrap mampu menghasilkan karya lainnya yang lebih sempurna. (him)