BERITA
Hardiknas 2018, Momentum Refleksi Diri Untuk Menguatkan Pendidikan
2018-05-02 11:41:56

Pemerintah Kabupaten Sidrap memperingati Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sidrap, di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BRI Cabang Sidrap, Dari Wahono, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Bidang Kebudayaan.
Asisten III, Rustan saat membacakan Sambutan Mendikbud mengatakan, tanggal 2 Mei telah ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional, tanggal tersebut bertepatan dengan tanggal kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang tokoh pendidikan Indonesia, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ki Hadjar Dewantara.
“Saya mengajak seluruh pelaku pendidikan dan kebudayaan agar dapat meneladani Ki Hadjar Dewantara, dan menjadikan momentum peringatan Hardiknas ini untuk melakukan muhasabah, mesu budi, atau refleksi terhadap usaha-usaha yang telah kita perjuangkan di bidang pendidikan dan kebudayaan," ungkap Rustan.

Rustan menyampaikan tiga jalur pendidikan, yakni jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal. Ketiga jalur pendidikan tersebut diposisikan setara dan saling melengkapi.
"Masyarakat diberikan kebebasan untuk memilih jalur pendidikan, dan pemerintah memberikan perhatian besar dalam meningkatkan ketiga jalur pendidikan tersebut," katanya.
Dalam berkebudayaan, lanjut Rustan Indonesia adalah negara yang kaya raya dalam hal kebudayaan bahkan Indonesia sebagai negara adidaya (super power) kebudayaan.
“Kita yakin bahwa kebudayaan yang maju akan membuat pendidikan kita kuat. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan kita subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghujam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia,” tutur Rustan.
Untuk memajukan kebudayaan, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. 
Undang-undang tersebut mengamanatkan bahwa pemajuan kebudayaan memerlukan langkah strategis berupa upaya-upaya perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. (asp)

Bagikan: