BERITA
INVESTASI OPTIMALKAN POTENSI DAERAH
2015-04-24 00:00:00

Bupati Sidrap, H Rusdi Masse mengatakan, hanya bertumpu pada potensi pertanian khususnya produksi bahan mentah tidak akan mampu memberikan nilai tambah optimal dan berkelanjutan bagi kemajuan perekonomian masyarakat.

"Oleh karena itu Kami senantiasa berusaha membangun kerjasama dengan semua pihak termasuk pengusaha dari luar yang ingin berinvestasi," jelasnya dalam sebuah kesempatan.Kerjasama tersebut, imbuhnya, terutama dalam membangun industri yang dapat bersinergi dengan unit-unit usaha yang telah berkembang di masyarakat.

"Saat ini Pemerintah Kabupaten Sidrap telah menjalankan ataupun merintis beberapa kerjasama dan investasi untuk mengoptimalkan potensi daerah,"kata Rusdi.

Berikut ini sejumlah bentuk kerjasama dan investasi di Kabupaten Sidrap sebagaimana dipaparkan Bupati Sidrap, H Rusdi Masse:
1. Fasilitasi Pemerintah Daerah kepada para pengusaha penggilingan dalam mendapatkan dukungan permodalan dari bank untuk pengadaan mesin panen dan mesin pertanian lainnya, pembangunan mesin pengering, peremajaan mesin dan pembangunan gudang agar dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas hasil produksinya.
2. Investasi industri breeding ayam petelur dan ayam pedaging oleh PT Malindo (investor dari Malaysia) di Kecamatan Panca Lautang yang dapat menyuplai kebutuhan DOC wilayah Indonesia Timur.
3. Pembangunan pembangkit listrik tenaga angin kapasitas 250 megawatt di Kecamatan Watangpulu dengan nilai investasi sebesar 1,5 triliun oleh investor asal Amerika Serikat. Saat ini sedang dalam proses pembebasan lahan dan penyelesaian studi amdal, rencana tahap konstruksi tahap pertama 70 megawatt pada akhir 2015.
4. Pembangunan pembangkit listrik tenaga sekam oleh PT Bioguna Sustainable Power (investor dalam negeri) kapasitas 10 megawatt di Desa Mojong Kecamatan Watang Sidenreng.
5. Pembangunan pabrik pengolahan beras kapasitas 2 ribu ton perbulan oleh PT Swasembada Pangan (investor dalam negeri) di Desa Talumae Kecamatan Watang Sidenreng. Keberadaannya diupayakan tidak mematikan pengusaha lokal bahkan dapat bersinergi dengan penggilingan lokal untuk memproduksi beras yang lebih baik kualitasnya, karena menggunakan sistem proses rice to rice.
6. Mendorong PT Buls (dulu PT Buli) menjadi pusat pengembangan breeding sapi di Indonesia Timur dengan meningktatkan infrastruktur pendukungnya seperti jalan, 
jembatan dan irigasi di sekitar lokasi PT Buls melalui dukungan pendanaan APBD dan APBN.
7. Fasilitasi pengembangan pupuk organik berbasis pemberdayaan masyarakat dansumberdaya lokal untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kualitas hasil produksidan memperbaiki kondisi kesuburan lahan agar tetap dapat berproduksi optimal dan berkelanjutan serta secara bersamaan menciptakan nilai ekonomi terhadap limbah pertanian dan peternakan yang selama ini terbuang.

Bagikan: