?> Hutan Untuk Menyangga Hidup Manusia

Selamat datang di website resmi pemerintah Kabupaten Sidrap

BERITA

Hutan Untuk Menyangga Hidup Manusia

SIDRAP -- Keberadaan hutan di dunia dinilai sangat penting untuk menunjang kehidupan manusia, sehingga buni perlu dilindungi, dikonservasi, dimanfaatkan dan direboisasi untuk generasi sekarang dan yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sidrap H Dollah Mando saat membacakan sambutan seragam Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam acara penanaman pohon di Kompleks SKPD Senin, 29/12) kemarin.

Terkait terbitnya Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah, maka urusan pemerintah pusat untuk masalah kata Dollah, terkait pada perencanaan dan pengawasan.

"Untuk urusan di tingkat kabupaten adalah pelaksanaan pengelolaan Taman Hutan Raya, disinilah diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat,"kata Dollah.

Terkait pemberdayaan masyarakat disekitar hutan dalam rangka pengentasan kemiskinan, dikaitkan dengan terbitnya Undang-undang nomor 23 tahun 2014, diminta perhatian para gubernur dan bupati untuk mengembangkan Hutan Kemsyarakatan (HKm), Hutan Desa (DH), Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan pembangunan hutan rakyat pola kemitraan.

Secara nasional disebutkan, saat ini areal kerja HKm seluas 328.452 ha, HD seluas 318.024 Ha, HTR seluas 194.200 Ha dan Hutan Rakyat Pola Kemitraan seluas 279.700 pada 3.700 kelompok.

"Sementara untuk masyarakat luas, pelaku usaha, lembaga masyarakat yang mengambil bagian penting dalam pengelolaan hutan, kami ajak agar misi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera dapat diwujudkan dengan semangat gotong royong,"jelasnya.

Dengan semangat itu lanjut dia, maka gerakan penanaman pohin bisa dilakukan dalam berbagai cara.

Dalam acara gerakan menanam pohon Senin kemarin, dilakukan acara penanaman pohon secara simbolis oleh Wabup Sidrap, H Dollah Mando, Sekkab Sidrap, H Ruslan, Ketua DPRD Sidrap, H Zulkifli Zain, Kapolres Sidrap, AKBP Haris Suntojaya dan beberapa anggota DPRD dan kepala SKPD juga ikut melakukan penanaman pohon secara simbolis

Sudah Tanam 750.320 Pohon

 Dinas Kehutanan Pertambangan dan Energi (Dishuttamben) Kabupaten Sidrap hingga saat ini, sudah menanam pohon sebanyak 750.320 pohon dari target total nasional untuk penamanan 1 Miliar pohon.

Hal tersebut diungkapkan panitia pelaksana Gerakan Penanaman Massal dalam rangka Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Zainuddin S Hut, Senin (29/12) kemarin.

Menurutnya, dari sekitar 750.320 batang pohon yang sudah ditanam,  kegiatan penanamannya dilakukan melalui beberapa item kegiatan, diantaranya, rehabilitasi hutan dan lahan dengan pola swakelola oleh TNI dalam hal ini Kodim 1420 Sidrap seluas 100 hektar dengan jumlah pohon sebanyak 50.000 batang yang terletak di Desa Kalempang Kecamatan Pitu Riawa.

"Selain itu juga dilakukan pola kontraktual seluas 250 hektar sebanyak 125.000 pohon di Desa Kalempang dan Betao Riase Kecamatan Pitu Riawa melalui dana APBN berupa bibit Jati Putih dan Rambutan,"ungkapnya.

Kegiatan lainnya yakni rehabilitasi hutan dan lahan juga di Desa Bina Baru dan Maddenra Kecamatan Kulo melalui dana DAK seluas 250 hektar dengan jumlah pohon sebanyak 125.000 batang dengan jenis Jati Putih dan Durian.

Untuk mencapai target tersebut kata Zainuddin, Dishuttamben juga melakukan program pemberdayaan masyarakat sebanyak 7 kelompok tani kehutanan yang tersebar dibeberapa kecamatan melalui pola pembuatan Kebun Bibit Rakyat sebanyak 210.000 pohon berupa bibit Mahoni, Jabon Merah, Jati Lokal, dan Jati Putih.

"Ada juga pemeliharaan hutan kota yakni di dalam kota Pangkajene Kecamatan Maritenggae sebanyak 320 pohon berupa bibit trembesi, angsana, dan mahoni. Termasuk bantuan bibit jenis Jabon Merah sebanyak 240.000 pohon dari BPDAS Jeneberang Walanae Makassar dalam rangka pengembangan hutan rakyat di Sidrap yang disiapkan untuk seluruh elemen masyarakat,"terangnya.

Gerakan menaman itu kata Zainuddin digalakkan dengan sasaran untuk menjadikan setiap bentang lahan menjadi hijau baik di dalam maupun di luar kawasan hutan sehingga mampu memberikan fungsi perlindungan, estetika, hasil ekonomi bagi masyarakat dan sekaligus dapat berfungsi untuk penyerapan karbon.

"Untuk itu, diharapkan kegiatan penanaman pohon dan pemeliharaan pohon menjadi bagian dari budaya dan sikap hidup masyarakat," tandasnya. (Humas)

Bagikan: