?> Pakaian Adat Warnai Peringatan Hari Jadi Sulsel ke 345

Selamat datang di website resmi pemerintah Kabupaten Sidrap

BERITA

Pakaian Adat Warnai Peringatan Hari Jadi Sulsel ke 345

SIDRAP -- Balutan pakaian adat kembali menandai peringatan Hari Jadi Provinsi Sulawesi Selatan tingkat 

Kabupaten Sidrap yang ke-345. Pada upacara  yang dipusatkan di Lapangan Kompleks SKPD, Senin 20 Oktober, 

personil dan peserta upacara mengenakan pakaian adat Bugis.

Kondisi tersebut menjadikan upacara terlihat semarak dan beragam warna. Meski begitu upacara yang dipimpin 

Camat Maritengngae, Arlin Ariesta tetap berlangsung hikmat dan tertib.

Dalam upacara tersebut, Ketua DPRD Sidrap, H Zulkifli Zain tampil membacakan sejarah ringkas Hari Jadi 

Sulawesi Selatan. Zulkifli memaparkan, latar belakang ditetapkannya 19 Oktober sebagai hari jadi Sulsel.

"Itu dimulai setelah DPRD Provinsi Sulsel mengesahkan hasil seminar mengenai Hari Jadi Sulsel yaitu 19 Oktober 

1669 pada tahun 1995,"jelas H Zulkifli.

Wakil Bupati Sidrap , H Dollah Mando tampil membacakan sambutan seragam Gubernur Sulsel selaku Inspektur 

upacara. Ia mengutarakan berbagai capaian Sulsel untuk menjadi pilar utama nasional.

"Pertumbuhan ekonomi Sulsel beberapa tahun terakhir, lebih tinggi dari pertumbuhan rata-rata ekonomi 

nasional,"urai Dollah.

Dampak pertumbuhan itu, kata Dollah ditunjukkan dengan menurunnya angka kemiskinan, Indikator lain, 

peningkatan angka Indeks Pebangunan Manusia (IPM) yang terus meningkat.Sebagai wujud pengakuan 

keberhasilan Sulsel, hingga saat ini Sulsel telah meraih ratusan penghargaan diberbagai sektor baik level 

nasional, regional maupun internasional. Ditambah beberapa tahun terakhir Sulsel berhasil memertahankan hasil 

audit BPK sebagai provinsi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pengelolan keuangan daerah.

"Seluruh keberhasilan itu, bukan keberhasilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan semata, tetapi merupakan 

keberhasilan kita semua, para bupati, walikota dan seluruh lapisan masyarakat Sulawesi Selatan,"katanya.

Sementara itu, usai upacara, sejumlah besar peserta memanfaatkan momen berpakaian tradisional untuk foto 

bersama. Selanjutnya mereka menuju tempat kerja masing-masing beraktivitas tetap mengenakan pakaian 

tradisional. Bahkan pakaian adat ini telah dikenakan beberapa hari terakhir khususnya untuk bagian pelayanan.(humas)

Bagikan: