Selamat datang di website resmi pemerintah Kabupaten Sidrap

BERITA

Warga Sipodeceng Rayakan Pesta Panen dengan Balapan Tassi

SIDRAP -- Warga Desa Sipodeceng Kecamatan Baranti, memiliki cara tersendiri, untuk memanjatkan rasa syukur dan kegembiraan mereka usai memanen gabah pada musim penen ini. Salah satu kegiatan yang mereka lakukan adalah menggelar balapan motor Tassi (motor yang sudah dimodifikasi untuk mengangkut gabah,red).

Peserta lomba motor tassi ini adalah kalangan petani pengangkut gabah sendiri. Dari atraksi yang mereka lakukan, ternyata tidak semata lihai saat mengangkut gabah, tapi juga lihai saat harus adu ketangkasan balapan di tengah sawah yang sudah dibentuk seperti sirkuit.

Tidak ubahnya seperti pembalap motocross, peserta lomba balap motor tassi ini juga mampu meniru gaya para pembalap motocross sungguhan. Sehingga tidak heran jika lomba ini menjadi tontonan ribuan warga.

Yang lebih unik, sebab dalam lomba ini juga ada lomba khusus adu ketangkasan balapan sambil mengangkut gabah.

Sirkuit untuk para pembalap motor tassi ini adalah areal persawahan yang kering. Jika pada sejumlah aksi balapan tahun sebelumnya berlangsung tanpa pengamanan, kali ini para pembalap sudah mengenakan pengaman, terutama helem untuk mengamankan kepala mereka dari kemungkinan benturan saat jatuh.

Salah seorang panitia pelaksana, Abd Malik mengatakan kegiatan seperti itu rutin dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bentuk rasa syukur mereka atas hasil panen yang melimpah.

"Kegiatan ini sudah rutin kita lakukan tiap tahun, sebagai salah satu cara mengapresiasikan rasa syukur kita,"katanya.

Hal sama juga diungkapkan Ketua DPRD Sidrap, H Zulkifli Zain. Sebagai tokoh masyarakat setempat Zulkifli juga mengakui jika kegiatan itu merupakan aktifitas rutin warga setempat.

"Selama ini kan kegiatan pesta panen warga hanya kegiatan mappadendang, mattojang dan lainnya sekarang ada tontonan baru yang tidak kalah menarik yakni lomba motor tassi ini,"katanya.

Legislator Partai Golkar ini berharap kegiatan seperti itu akan tetap terjaga dan terus dikembangkan tiap tahunnya. "Manfaatnya bisa menjadi spirit bagi petani sendiri, termasuk melatih ketangkasan para pattassi saat mengangkut gabah,"katanya.

Betapa tidak lanjut Zulkifli, jika para pattassi tersebut bisa lebih cepat mengangkut gabah mereka, bisa lebih banyak muatannya. "Artinya makin banyak pula upahnya. Jadi memang manfaatnya besar,"katanya.

Acara tersebut dibuka Wakil Bupati Sidrap H Dollah Mando. Acara itu juga dihadiri Camat Baranti, Kapolsek Dan Danramil dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Untuk diketahui, Tassi adalah sebutan masyarakat Sidrap dan sekitar, terhadap berbagai motor bebek dari berbagai pabrikan, yang dimodifikasi sedemikian rupa. Mulai penggantian tangki bensin dengan jerigen, hingga bagian depan motor yang mampu mengangkut satu karung  gabah.

Para pemilik tassi, juga mengganti ban motor mereka dengan ban bergirigi, seperti yang digunakan pembalap motor cross. Ban tersebut diyakini sangat membantu Pattassi, saat melewati areal berlumpur.

Uniknya, meski membawa satu karung gabah dari tengah persawahan hingga ke rumah pemilik gabah, pengendara tassi tak perlu turun dari kendaraanya. Namun mereka tetap berkendara, sambil memperhatikan pematang sawah, yang mereka jadikan sebagai jalanan.

Keberadaan Pattassi ini telah menggeser penggunaan kuda yang pernah jadi andalan beberapa tahun lalu. Kuda memang dulunya adalah primadona yang digunakan petani untuk mengangkut gabah dari sawah ke rumah petani atau pabrik sebelum tassi ini merajai pengangkutan karena dinilai lebih efektif dan efesien. (Humas)

Bagikan: