Malam-Malam Diskusi Bersama Petani, Bupati Sidrap Rumuskan Langkah Hadapi Kekeringan

Senin, 20 Juli 2026
Malam-Malam Diskusi Bersama Petani, Bupati Sidrap Rumuskan Langkah Hadapi Kekeringan

Malam-Malam Diskusi Bersama Petani, Bupati Sidrap Rumuskan Langkah Hadapi Kekeringan

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menggelar musyawarah bersama petani, pengurus kelompok tani, jajaran OPD terkait, Camat Maritengngae, Camat Watang Pulu, serta lurah di dua wilayah tersebut untuk memetakan kondisi serta mencari solusi penanganan kekeringan, Ahad malam (19/7/2026).

Pertemuan tersebut digelar setelah Bupati Syaharuddin melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik sawah terdampak kekeringan.

“Dari hasil kunjungan saya tadi ke beberapa titik, khususnya di Maritengngae dan Watang Pulu, membuat saya berpikir bahwa kita tidak boleh tinggal diam. Kita harus mencari jalan keluar,” ujar Syaharuddin.

Ia menyebut sejumlah wilayah terdampak, seperti Rijang Pitu, Lakessi, dan Kanie di Kecamatan Maritengngae, serta Buae, Arawa, Batu Lappa, Ciro-ciroe, dan Uluale di Kecamatan Watang Pulu.

Menurutnya, salah satu persoalan utama terjadi akibat jebolnya tanggul irigasi yang menyebabkan distribusi air ke sawah petani terhambat.

“Di Lakessi sebenarnya air irigasi dekat, tetapi terlambat masuk karena tanggul jebol selama kurang lebih satu bulan. Alhamdulillah air sudah mulai berjalan dan sebagian sudah tertangani, tetapi masih banyak titik lain yang airnya belum sampai,” jelasnya.

Dalam musyawarah tersebut, Pemkab Sidrap langsung menyusun langkah penanganan, di antaranya mempercepat perbaikan tanggul dan saluran irigasi yang rusak, termasuk di wilayah Majelling.

Selain itu, Pemkab Sidrap mengerahkan 17 mobil tangki dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, Dinas Sosial, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk membantu penyiraman sawah di titik-titik paling kritis.

Langkah lain yang disiapkan yakni koordinasi dengan PLN untuk mempercepat pemasangan jaringan listrik masuk sawah agar pompa air petani dapat berfungsi.

“Kami minta camat, lurah, kepala desa, dan ketua kelompok tani mendata secara rinci mana sawah yang sudah terairi, mana yang belum. Mana yang bisa diselamatkan dengan penyiraman dan mana yang membutuhkan solusi lain,” tegas Bupati.

Bupati Syaharuddin menegaskan seluruh sumber daya pemerintah akan dimaksimalkan untuk membantu petani menghadapi kondisi tersebut.

“Kita akan kerja cepat, kerja tuntas. Petani Sidrap tidak boleh berjuang sendiri. Pemerintah Kabupaten hadir agar hasil panen tetap bisa diselamatkan,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas TPHPKP Sidrap Surianto menyampaikan, berdasarkan prediksi BMKG, Juli 2026 memang memasuki periode musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah karena wilayah Sidrap sudah hampir satu bulan tidak mengalami hujan.

Surianto menjelaskan, selain wilayah tadah hujan yang memang rentan terdampak, kondisi saat ini semakin berat akibat jebolnya tanggul Majelling yang membuat sejumlah sawah yang sebelumnya mendapat pasokan air irigasi belum teraliri.

Menurutnya, kebutuhan utama petani saat ini adalah ketersediaan sumber air dan dukungan listrik untuk mengoperasikan pompa.

“Kalau sumber air tersedia dan pompa bisa berjalan, penyiraman sawah masih bisa dilakukan meskipun kondisi kemarau,” katanya.

Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...