Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) secara resmi mulai menerapkan Advance Agriculture System sebagai langkah strategis untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian.
Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak produktivitas serta meningkatkan kesejahteraan petani di daerah tersebut.
Penanaman perdana dengan sistem ini dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif di Kelurahan Majelling, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (25/4/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian Prof Fadjry Djufry, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, serta Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani.
Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia dan jajaran BRMP atas dukungan terhadap sektor pertanian di Sidrap.
Ia memaparkan capaian produksi gabah kering panen yang meningkat signifikan dari 400 ribu ton pada 2024 menjadi 675 ribu ton pada 2025, atau naik 27 persen.
“Kenaikan ini didorong oleh kelancaran distribusi pupuk, tingginya harga gabah di tingkat petani, serta penerapan pola Indeks Pertanaman IP 300 secara masif,” ujar Syaharuddin.
Ia menambahkan, penerapan IP 300 terbukti memberikan hasil optimal dengan rata-rata produksi mencapai 9,4 ton per hektar. Pihaknya optimistis pada musim tanam kedua ini, produktivitas dapat meningkat hingga 10–15 ton per hektar.
Dalam aspek teknis, Bupati Syaharuddin menjelaskan bahwa pemerintah memperkenalkan metode tanam baru yang dimodifikasi.
Dengan sistem Legowo 4:1, populasi padi dapat ditingkatkan hingga 880 ribu rumpun, bahkan mencapai 1,2 juta rumpun dengan sistem Legowo 6:1.
Angka ini naik tiga kali lipat dibandingkan sistem tradisional yang hanya mencapai 300 ribu rumpun.
Kepala BRMP Kementerian Pertanian Fadjry Djufry menyatakan bahwa keberhasilan IP 300 di Sidrap menjadi bukti efektivitas pola tanam yang tepat.
Capaian sektor pertanian ini turut berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Terbukti pertumbuhan ekonomi Sidrap tercatat mencapai 7,7 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan simbolis bantuan pertanian sebagai bentuk sinergi pusat dan daerah.
Sebanyak 8.000 kilogram benih padi jenis inbrida diserahkan oleh BRMP kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap, serta bantuan 200 ton pupuk petroganik dari Pupuk Indonesia untuk mendukung keberlanjutan program modernisasi pertanian di wilayah tersebut.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI