UPT Puskesmas Dongi terus berbenah dengan menghadirkan berbagai inovasi pelayanan kesehatan terpadu yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat. Sejak 2025 hingga 2026, sejumlah inovasi andalan telah diluncurkan untuk memperkuat layanan promotif, preventif, hingga digitalisasi administrasi.
Salah satu program unggulan, “Okesi” (Observasi Kesehatan Ibu Hamil), difokuskan pada pencegahan stunting serta penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Melalui pendekatan 5 langkah SMART, pemantauan ibu hamil kini dilakukan lebih sistematis dan berkelanjutan.
Upaya percepatan penanganan stunting juga diperkuat lewat “Serbu Stunting”, yakni kunjungan rumah terpadu lintas program untuk mengidentifikasi penyebab dan melakukan intervensi langsung hingga kondisi balita membaik. Sementara itu, inovasi “Ransel Dora” mendukung deteksi dini tumbuh kembang balita melalui sistem barcode yang memudahkan pelacakan dan pemantauan.
Di sisi lain, pendekatan jemput bola diwujudkan melalui “Jemput Sehat”, yang menyasar anak-anak putus sekolah agar tetap mendapatkan layanan kesehatan. Edukasi masyarakat juga diperkuat lewat “Sehati”, program terintegrasi untuk pengendalian hipertensi.
Tak hanya fokus pada layanan medis, Puskesmas Dongi juga mengembangkan inovasi berbasis digital seperti “SMART-ARSIP” untuk pengelolaan dokumen, “Lo Keren Sista” untuk pelaporan kehamilan dan konsultasi daring, serta “Senandi” yang mempermudah akses edukasi dan pendampingan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dalam pelayanan farmasi, “Silabu-Dongi” hadir untuk meningkatkan keamanan pasien melalui sistem pelabelan obat yang lebih informatif dan mudah dipahami.
Inovasi menarik lainnya, “Barakka'na Saromase”, memberikan nilai tambah bagi ibu bersalin dengan layanan foto bayi sekaligus kemudahan pengurusan dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, dan BPJS Kesehatan secara terintegrasi.
Kepala UPT Puskesmas Dongi Hj. A. Darnah, SKM., mengatakan, berbagai inovasi tersebut merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Melalui inovasi-inovasi ini, kami ingin memastikan pelayanan lebih cepat, mudah, dan tepat sasaran. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tidak lepas dari sinergi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. “Kami berharap inovasi yang telah berjalan ini dapat terus dikembangkan dan memberikan dampak nyata dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” tambahnya.
Dengan berbagai terobosan tersebut, Puskesmas Dongi menunjukkan bahwa layanan kesehatan tingkat pertama mampu bertransformasi menjadi lebih inovatif, responsif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI