Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memperkuat sektor peternakan sebagai pilar ekonomi kerakyatan. Salah satu langkah nyata yang ditempuh adalah dengan mendorong transformasi dari penjualan bahan mentah ke produk olahan melalui program hilirisasi.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, saat membuka Workshop Pengembangan dan Pertumbuhan Hilirisasi Usaha Peternakan di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Rabu (13/05/2026).
Dalam sambutannya, Nurkanaah menjelaskan hilirisasi bukan sekadar program teknis, melainkan strategi jangka panjang untuk memastikan peternak lokal mendapatkan nilai tambah yang signifikan.
“Hilirisasi adalah kunci agar produk peternakan Sidrap memiliki daya saing tinggi. Kita ingin produk kita tidak hanya keluar dalam bentuk mentah, tetapi sudah melalui proses pengolahan yang memiliki nilai jual lebih besar sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap workshop ini menjadi momentum bagi para peternak untuk meningkatkan kapasitas dan mengadopsi teknologi pengolahan hasil ternak demi kesejahteraan yang lebih baik.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi lintas sektor antara Pemkab Sidrap dengan Bank Sulselbar, PT Pokphand, serta Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Sinergi ini diharapkan dapat memberikan dukungan menyeluruh bagi peternak, mulai dari sisi permodalan, teknis produksi, hingga pemenuhan kewajiban perpajakan yang tepat.
Hadir dalam acara tersebut para asisten, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas TPHPKP, Kepala Bagian Ekonomi, para camat, serta jajaran pejabat teknis peternakan lainnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan gizi masyarakat, acara juga dirangkaikan dengan kampanye "Ayo Makan Telur 2 Butir Setiap Hari". Secara simbolis, dilakukan pembagian telur kepada para peserta sebagai ajakan untuk meningkatkan konsumsi protein hewani asal lokal.
Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi.
Pewarta: ANDI MUNAWARAH
Editor: NURYADIN SUKRI