Proses pembelian benih ikan di Kabupaten Sidrap kini menjadi lebih praktis berkat kehadiran inovasi IPATIN (Integrasi Layanan Digital Pembelian Benih Ikan Berbasis Online).
Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menghadirkan terobosan ini sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan akan efisiensi, transparansi, serta kemudahan bagi masyarakat dalam proses pembelian benih ikan.
Inovasi ini digagas oleh Analis Mutu Hasil Perikanan Wiwik Oktaviani sebagai langkah nyata untuk meningkatkan kualitas layanan di lingkup Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidrap.
Saat ini, IPATIN telah diterapkan pada empat Balai Benih Ikan (BBI) di Kabupaten Sidrap. Sistem ini diimplementasikan untuk menekan biaya operasional sekaligus mempercepat durasi transaksi.
"Penerapan IPATIN mendapatkan dukungan penuh dan respons positif dari para pembudidaya ikan, serta kepala BBI," ujar Wiwik, Rabu (22/4/2026).
Dengan mengadopsi platform digital, proses pemesanan dan pembayaran yang sebelumnya memerlukan interaksi langsung kini dapat dilakukan secara daring.
"Menjadikannya lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan sistem pelayanan publik berbasis digital," imbuhnya.
Salah satu keunggulan utama yang dirasakan adalah pemanfaatan sistem pembayaran berbasis QRIS. Dengan metode ini, transaksi dapat diselesaikan hanya dalam hitungan detik tanpa perlu membawa uang tunai atau melakukan transfer manual.
Dari aspek keamanan, integrasi QRIS yang diawasi oleh Bank Indonesia memberikan jaminan kepercayaan bagi konsumen.
Seluruh transaksi tercatat secara otomatis dan terverifikasi, sehingga risiko penipuan, kesalahan perhitungan harga, maupun kekeliruan dalam pengembalian uang dapat diminimalkan.
Selain itu, sistem digital ini turut mengurangi potensi kehilangan atau manipulasi data karena setiap transaksi terekam secara sistematis.
Melalui IPATIN, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidrap tidak hanya berfokus pada kemudahan layanan, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas pemasaran benih ikan secara digital.
Inovasi ini diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi pembudidaya ikan lainnya untuk mulai memanfaatkan layanan digital dalam kegiatan pemasaran dan penjualan, sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang perikanan di wilayah Kabupaten Sidrap.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI