Sinergi kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam pelestarian budaya, tecermin nyata pada pembukaan Festival Nene Mallomo ke-3.
Festival Nene Mallomo ini menghadirkan beragam rangkaian kegiatan edukatif. Di antaranya adalah pentas seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, serta kelas warisan budaya.
Kegiatan digelar oleh Sanggar Seni Pajjoge Andino di Lapangan Usman Isa, Pangkajene. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif membuka secara resmi perhelatan tersebut, Jumat (1/4/2026).
Ajang tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan daerah.
Penyelenggaraannya didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini. Di antaranya adalah Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah dan perwakilan Kementerian Kebudayaan RI yang juga Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX Rinawati Idrus.
Hadir pula para asisten, staf ahli, kepala OPD, perwakilan Kodim 1420/Sidrap, serta unsur Polres Sidrap. Selain itu, tampak hadir para kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap terhadap aktivitas dan ruang kreatif.
Wadah ini dinilai penting sebagai sarana pembinaan generasi muda di bidang seni dan budaya.
“Sebagai Bupati Sidrap, saya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sanggar Seni Pajjoge Andino merupakan wadah yang sangat baik bagi anak-anak dan generasi muda. Mereka bisa menyalurkan bakat, kreativitas, dan karakter melalui seni dan budaya,” ujar Syaharuddin Alrif.
Ia menilai Festival Nene Mallomo bukan sekadar ajang pertunjukan seni. Lebih dari itu, festival ini menjadi sarana vital untuk memperkenalkan kembali nilai budaya lokal, adat istiadat, serta permainan tradisional.
Hal ini penting karena nilai-nilai tersebut mulai tergerus perkembangan zaman dan arus globalisasi.
“Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bagaimana kebudayaan, adat istiadat, dan permainan tradisional kembali dihidupkan. Ini sangat penting agar warisan budaya kita tidak terdegradasi oleh pengaruh globalisasi. Kita harus melestarikan dan mewariskannya kepada anak cucu kita,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Syaharuddin menyampaikan bahwa kegiatan kebudayaan semacam ini memiliki nilai pendidikan besar. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh.
“Kegiatan ini mendidik anak-anak kita untuk memiliki mental juara, mental sukses, dan semangat untuk berhasil. Karena itu, mari kita bersama-sama mendukung kegiatan positif seperti ini,” pesannya.
Sementara itu, Pamong Budaya Ahli Madya BPK Wilayah XIX Rinawati Idrus menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sidrap dan Sanggar Seni Pajjoge Andino.
Pihaknya menilai kolaborasi pemerintah daerah dan sanggar tersebut telah berperan aktif dalam pelestarian budaya lokal melalui penyelenggaraan festival ini.
“Saya mewakili Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Provinsi Sulawesi Selatan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurut Rinawati, Program Dana Indonesiana merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan kebudayaan nasional.
Tujuannya adalah memperkuat ekosistem budaya yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.
Program ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan kebudayaan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
Melalui festival ini, pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap semangat pelestarian budaya lokal semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda.
Dengan demikian, warisan leluhur tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter daerah.
Pewarta: HARIYANTO BASRI
Editor: NURYADIN SUKRI