Meningkatkan kesadaran anak terhadap bahaya perundungan (bullying), Rizq Diandra, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), menyelenggarakan penyuluhan bertema "Stop Bullying" di SD Negeri 8 Otting, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini diikuti para murid sebagai bentuk edukasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak.
Kegiatan penyuluhan merupakan bagian dari program kerja individu Rizq Diandra di bidang pendidikan dan sosial.
Melalui penyampaian materi secara interaktif, para murid diberikan pemahaman mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang ditimbulkan bagi korban maupun pelaku, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Selain itu, para murid juga diajak menanamkan nilai saling menghargai, menghormati perbedaan, serta membangun sikap empati terhadap sesama sebagai bekal menciptakan lingkungan belajar yang positif.
"Bullying bukanlah tindakan yang dapat dianggap sebagai candaan. Setiap anak berhak mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai. Melalui penyuluhan ini, saya berharap peserta didik memiliki keberanian untuk menolak tindakan perundungan, saling melindungi, serta segera melaporkan apabila melihat atau mengalami bullying di lingkungan sekolah," ujar Rizq Diandra.
Bullying masih menjadi salah satu permasalahan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan dan dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan fisik, mental, maupun psikologis anak.
Perundungan tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga berupa ejekan, hinaan, pengucilan, intimidasi, hingga perundungan melalui media digital (cyberbullying).
Apabila tidak ditangani sejak dini, tindakan tersebut dapat memengaruhi kepercayaan diri, prestasi belajar, serta kesehatan mental korban.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, Rizq Diandra berupaya memberikan edukasi sejak dini mengenai pentingnya membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga para murid dapat memahami cara mengenali, mencegah, dan mengatasi tindakan bullying secara tepat.
Di akhir kegiatan, seluruh murid bersama-sama menyatakan komitmen untuk mendukung gerakan "Stop Bullying" sebagai wujud kepedulian dalam menciptakan sekolah yang ramah anak, aman, inklusif, dan kondusif bagi tumbuh kembang setiap peserta didik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh peserta dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk perundungan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI