Untuk memastikan pertanian padi sawah tetap produktif di tengah ancaman El Niño, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Syaharuddin Alrif turun langsung mengecek kondisi persawahan di Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Selasa (8/9/2026).
Pengecekan dilakukan di kawasan persawahan Toddang Bojo, tepatnya di sekitar Perkampungan Batu Pute.
Sebelumnya, Bupati juga berada di wilayah tersebut untuk meninjau pelaksanaan pembangunan infrastruktur jalan.
Di sela kunjungan itu, Syaharuddin menyempatkan diri melihat kondisi persawahan dan memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi yang tengah dibudidayakan petani.
Ia menyebut, kawasan Toddang Bojo sebelumnya merupakan wilayah persawahan tadah hujan. Kondisi tersebut membuat petani rentan mengalami gagal panen ketika musim kemarau tiba.
“Dulu Toddang Bojo ini sawah tadah hujan. Kalau musim kemarau pasti gagal panen. Tapi Alhamdulillah, kita bersyukur dengan program Listrik Masuk Sawah,” kata Syaharuddin.
Saat mengecek lahan milik Ketua Kelompok Tani setempat, Bupati melihat tanaman padi varietas Inpari 32 yang tetap tumbuh di tengah kondisi kemarau.
Menurutnya, ketersediaan air dari sumur bor melalui program Listrik Masuk Sawah mulai memberikan dampak bagi petani. Meski debit air tidak besar, ketersediaannya masih mampu membantu mempertahankan tanaman padi.
“Saya sengaja berkunjung ke Batu Pute. Satu bulan yang lalu saya sudah datang, sekarang pelan-pelan airnya tetap ada walaupun sedikit,” ujarnya.
Untuk memperkuat ketersediaan air, Pemkab Sidrap juga menyiapkan bantuan sumur bor bagi kelompok tani di kawasan tersebut.
Syaharuddin menyampaikan, sebanyak delapan kelompok tani akan mendapatkan bantuan sumur bor berukuran 3 inci.
Bantuan tersebut akan disalurkan melalui masing-masing lurah untuk kemudian dibawa ke lokasi kelompok tani.
“Besok delapan kelompok tani melalui delapan lurah mengambil bantuan di kantor, kemudian dibawa ke sini. Masing-masing mendapatkan bor 3 inci,” jelasnya.
Program tersebut akan dilanjutkan pada 2027. Sebanyak delapan kelompok tani di Batu Pute ditargetkan kembali mendapatkan bantuan tiga unit sumur bor untuk setiap kelompok.
Dengan demikian, total terdapat 24 unit sumur bor yang direncanakan untuk delapan kelompok tani di kawasan tersebut pada 2027.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Komisi III, jajaran OPD terkait, Camat Watang Pulu, Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI