Belajar menjaga lingkungan kini menjadi lebih seru bagi siswa SD Negeri 4 Mojong dan SD Negeri 5 Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Melalui program Detektif Sampah (Deteksi, Pilah, dan Pilih Sampah), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengajak siswa mengenal cara mengelola sampah dengan benar sejak dini.
Kegiatan ini berlangsung Senin (27/7/2026) menyasar siswa kelas 1–3 dengan metode pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami.
Mahasiswa KKN memperkenalkan pengertian sampah sebagai barang yang sudah tidak digunakan lagi, sekaligus menjelaskan perbedaan sampah organik dan sampah anorganik.
Siswa juga diajak mengenali berbagai jenis sampah, seperti sisa makanan, kulit buah, botol plastik, botol kaca, dan kaleng minuman.
Melalui contoh-contoh tersebut, mereka belajar memilah sampah sesuai jenisnya.
Selain itu, mahasiswa menjelaskan manfaat memilah sampah bagi lingkungan.
Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik dapat didaur ulang menjadi berbagai barang yang bermanfaat.
Kebiasaan memilah sampah diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah dan rumah yang lebih bersih, sehat, nyaman, serta terhindar dari bau dan hewan pembawa penyakit.
Agar suasana belajar lebih menarik, edukasi dikemas melalui sesi kuis dan permainan. Cara ini membuat siswa lebih mudah memahami materi, mengingat pelajaran, serta berani berpartisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui program Detektif Sampah, mahasiswa KKN Unhas berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh sejak usia dini.
Dari kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, anak-anak diharapkan mampu menjadi pelopor kebersihan di sekolah, di rumah, dan di lingkungan sekitarnya.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI