Optimalkan Ratusan Hektare Lahan Tidur di Panca Lautang, Pemkab Sidrap Siapkan Strategi Pengairan

Rabu, 20 Mei 2026
Optimalkan Ratusan Hektare Lahan Tidur di Panca Lautang, Pemkab Sidrap Siapkan Strategi Pengairan

Optimalkan Ratusan Hektare Lahan Tidur di Panca Lautang, Pemkab Sidrap Siapkan Strategi Pengairan

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memimpin Rapat Evaluasi Lahan Tidur yang ada di Desa Lise dan Desa Carawali, Kecamatan Panca Lautang, di Baruga Rujab Bupati, Selasa malam (19/5/2026).

Rapat ini digelar untuk membahas strategi pemanfaatan lahan yang belum produktif agar bisa dioptimalkan mendukung program peningkatan indeks pertanaman di Kabupaten Sidrap.

Turut hadir Sekretaris Dinas TPHPKP (Dinas Pertanian) Suriyanto beserta jajarannya, Camat Panca Lautang Muhammad Basri, Kepala Desa Lise, Kepala Desa Carawali, para kelompok tani Desa Lise dan Carawali, serta PPL.

“Saya lihat di sana, Carawali dan Lise ada mungkin ratusan hektare sawah yang tidak digarap. Sekarang kita cek dahulu siapa yang punya lokasi di sana,” kata Bupati.

Beberapa area yang menggunakan pompa air berhasil ditanami dan panen berjalan baik. Sementara lahan di bagian atas yang tidak memiliki akses air masih terbengkalai.

“Yang di bawah berhasil menggunakan pompa, bisa menanam. Sekarang pertanyaannya, bagaimana yang di atas bisa berhasil seperti yang di bawah,” ujar Syaharuddin.

Bupati meminta Dinas Pertanian segera memetakan kepemilikan lahan dan mengidentifikasi kendala utama di lapangan, terutama terkait ketersediaan air dan sarana irigasi. 

Pemetaan ini penting agar solusi yang diberikan tepat sasaran, baik berupa bantuan pompa, sumur bor, maupun skema pengelolaan air lainnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada lahan produktif yang terbengkalai, sekaligus mempercepat peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas padi di Kabupaten Sidrap.

“Kesimpulan yang pertama adalah bahwa lokasi tersebut berpotensi menambah satu lagi kelompok tani, kemudian untuk wilayah Lise ditambah wilayah dua kelompok, dan mengubah pembiayaan yang terkait dengan oplah non-rawa yang tadinya satu kelompok itu tiga titik kita jadikan satu, kita maksimalkan supaya betul-betul sumber airnya bisa tersedia,” papar Syaharuddin.

“Kemudian yang berikutnya adalah wilayah yang bagian bawah itu diusulkan untuk embung, dan usulan jaringan irigasi air tanahnya kita mengusulkan enam titik. Nanti kita bisa melihat potensi jaringan irigasi air tanah di mana, kita sesuaikan wilayah tersebut. Kita mengajukan enam titik untuk pengajuan jaringan irigasi air tanah untuk usulan tahap berikutnya,” lanjutnya.

Sementara Sekretaris Dinas TPHPKP Suriyanto mengatakan pihaknya mendampingi Bupati melihat langsung area persawahan yang secara administratif masuk dalam 52.000 hektare lahan sawah Kabupaten Sidrap, namun hingga kini belum termanfaatkan secara menyeluruh untuk budidaya padi.

“Wilayah itu masuk dalam data lahan sawah kita, tapi belum terjamah. Malam ini kita kaji bersama apa yang terjadi dan bagaimana solusinya agar bisa dimanfaatkan,” kata Suriyanto.

Hasil kajian awal menunjukkan potensi pengairan menjadi kunci. Karena tidak ada sungai di sekitar lokasi, opsi yang dinilai paling cocok adalah irigasi perpompaan dengan pemanfaatan air tanah dalam. 

Suriyanto mengungkapkan, berdasarkan kondisi geologi, air diperkirakan tersedia pada kedalaman sekitar 100 meter ke bawah.

Dari data lapangan, terdapat 11 kelompok tani di lokasi tersebut: 9 kelompok di sebelah timur jalan dan 2 kelompok di sebelah barat, dengan luas lahan terdaftar sekitar 300 hektare berdasarkan KTP petani penerima pupuk. 

Namun diperkirakan masih ada sekitar 200 hektare lahan tidur lain yang dikelola petani belum terdaftar, sehingga total potensi lahan yang bisa digarap mencapai 500 hektare.

Di tahun 2026 ini, beberapa program bantuan dari Kementerian Pertanian melalui APBN dinilai memungkinkan untuk diarahkan ke wilayah tersebut, khususnya untuk tata kelola air.

“Kami duduk bersama untuk mencari solusi agar tanah ini tidak dibiarkan. Mohon masukan dari semua pihak di wilayah itu, apa yang bisa dilakukan pemerintah supaya lahan bisa dimanfaatkan untuk pertanaman padi,” tandasnya.

Pewarta: ABDUL HASAN 
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...