Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, memaparkan capaian pembangunan sekaligus target penguatan sektor kesehatan saat menghadiri ramah tamah Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026.
Kegiatan digelar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulawesi Selatan bersama dokter anak Sidrap di Wisma Labugis, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Sabtu malam (1/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Prof. Dr. dr. Aidah Juliaty A. Baso, dan Ketua IDAI Cabang Sulawesi Selatan dr. Idham Jaya Ganda.
Turut hadir mendampingi Bupati Sidrap, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Iqbal, Kepala Dinas Biciptapera Abdul Rasyid, Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sirajuddin, Kepala Dinas Kesehatan Ishak Kenre, serta para direktur rumah sakit.
Dalam sambutannya, Syaharuddin mengapresiasi IDAI Sulsel yang memilih Sidrap sebagai salah satu lokasi peringatan Hari Anak Nasional. Tahun ini, peringatan mengusung tema "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Indonesia."
Menurut Syaharuddin, Pemerintah Kabupaten Sidrap terus memperkuat layanan kesehatan. Salah satunya dengan menambah jumlah dokter spesialis anak.
"Saya sudah mengajukan penambahan dokter spesialis anak di Sidrap. Kami juga terus mendorong dokter-dokter untuk melanjutkan pendidikan spesialis karena jumlah dokter anak masih sangat kurang," ujarnya.
Ia mengatakan, selama satu tahun memimpin Sidrap, 14 Program Unggulan mulai direalisasikan. Salah satu prioritasnya adalah sektor kesehatan.
Syaharuddin menjelaskan, Pemkab Sidrap kini membiayai kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat. Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp52 miliar.
Menurutnya, kebijakan itu diambil karena masih banyak warga yang sebelumnya belum memiliki BPJS aktif. Akibatnya, mereka enggan berobat saat sakit karena terkendala biaya.
"Kami ingin masyarakat tidak lagi khawatir berobat. Kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah," katanya.
Pemkab Sidrap juga memperkuat upaya percepatan penurunan stunting. Salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program tersebut mengantarkan Sidrap meraih penghargaan sebagai daerah dengan kinerja penurunan stunting terbaik.
Syaharuddin juga menargetkan peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Saat ini Sidrap memiliki tiga rumah sakit dan 14 puskesmas.
Ia menargetkan ketiga rumah sakit tersebut naik status dari tipe C menjadi tipe B dalam masa kepemimpinannya.
"Rumah sakit membutuhkan penanganan yang serius. Sarana, fasilitas, dan pelayanannya harus terus ditingkatkan," ujarnya.
Syaharuddin mengajak seluruh dokter, akademisi, dan tenaga kesehatan untuk bersama-sama membangun pelayanan kesehatan di Sidrap.
"Kami berharap para dokter dapat memberikan ilmu, pengalaman, dan dukungan untuk kemajuan pelayanan kesehatan di Sidrap," katanya.
Sementara itu, Ketua IDAI Cabang Sulawesi Selatan, dr. Idham Jaya Ganda, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini digelar di beberapa daerah, termasuk Parepare dan Sidrap.
Ia mengakui jumlah dokter spesialis anak di Sidrap masih terbatas. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi semangat tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada anak-anak.
Idham juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Sidrap. Menurutnya, keberhasilan daerah di bidang pertanian kini diikuti berbagai prestasi di sektor kesehatan, terutama penurunan stunting.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, IDAI, tenaga kesehatan, dan masyarakat terus diperkuat. Tujuannya untuk mewujudkan anak-anak Sidrap yang sehat, terlindungi, dan berkualitas.
Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI