Ketua Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif, S.I.P., M.M., Ph.D. (Hon) dengan menyematkan gelar “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia”.
Hal itu diungkapkannya dalam Perayaan HUT ke-66 Karang Taruna Tingkat Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (28/9/2026).
Gelar tersebut diberikan bukan semata karena capaian angka pertumbuhan ekonomi, tetapi sebagai bentuk apresiasi terhadap orkestrasi pembangunan daerah yang dinilai berhasil menggerakkan potensi lokal, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidrap pada 2025 mencapai 7,71 persen, melonjak dari sekitar 4,05 persen pada 2024. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di antara 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Menurut Abdul Jabbar, capaian tersebut menjadi semakin menarik karena Sidrap bukan merupakan daerah dengan kapasitas fiskal terbesar.
Justru dengan keterbatasan fiskal, pemerintah daerah mampu mengembangkan ekosistem ekonomi berbasis potensi lokal, terutama pertanian, peternakan, pangan dan hilirisasi.
Sidrap Mulai Menjadi Rujukan Nasional
Abdul Jabbar mengatakan, alasan lain di balik pemberian gelar tersebut adalah semakin seringnya Sidrap disebut dalam forum pemerintahan dan pembangunan sebagai contoh daerah yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dengan mengoptimalkan potensi lokal.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjadi salah satu tokoh nasional yang mendapat perhatian atas capaian ekonomi Sidrap.
Dalam perkembangan setelah lonjakan pertumbuhan 2025, bahkan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy disebut menghubungi langsung Kepala BPS RI untuk mengonfirmasi capaian Sidrap yang dinilai mengalami lonjakan signifikan.
“Ini yang menurut kami menarik. Sidrap bukan hanya berbicara tentang angka 7,71 persen, tetapi sudah mulai menjadi bahan pembelajaran tentang bagaimana daerah berbasis potensi lokal dapat membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi,” kata Abdul Jabbar.
Menurutnya, pengakuan tersebut semakin kuat ketika Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Regional Sulawesi di Makassar, 18 September 2026, secara terbuka menjadikan Sidrap sebagai salah satu contoh daerah yang mulai membangun ekosistem pertumbuhan ekonomi.
Bima Arya menyebut Sidrap mampu “melejit” karena membangun ekosistem ekonomi dan mendorong hilirisasi pangan meskipun dengan keterbatasan APBD. Ia juga mendorong pemerintah daerah mengidentifikasi potensi masing-masing wilayah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Ketika Wakil Menteri Dalam Negeri sendiri menjadikan Sidrap sebagai contoh dalam forum regional yang membahas percepatan pertumbuhan ekonomi, tentu ini menjadi alasan kuat bagi kami di Karang Taruna untuk memberikan apresiasi,” ujar Abdul Jabbar.
Target Jangka Panjang Dicapai Lebih Cepat
Abdul Jabbar juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi 7,71 persen sebagai sebuah akselerasi yang signifikan jika dibandingkan dengan arah pembangunan daerah.
Dokumen perencanaan pembangunan Sidrap menempatkan peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah sebagai salah satu tujuan pembangunan, yang diikuti sasaran peningkatan produksi dan produktivitas pertanian serta peningkatan nilai tambah melalui pengembangan agroindustri.
“Kalau kita melihat arah pembangunan yang telah dicanangkan, target pertumbuhan ekonomi sekitar 7 persen merupakan target jangka menengah-panjang. Tetapi faktanya, angka 7,71 persen sudah dicapai pada tahun pertama pemerintahan Bupati Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah,” jelasnya.
Capaian tersebut, menurut Abdul Jabbar, menunjukkan adanya percepatan yang tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh keterlibatan berbagai elemen masyarakat.
“Artinya, orkestrasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, petani, peternak, pelaku UMKM, masyarakat, akademisi, pemuda dan berbagai stakeholder berjalan. Pemerintah tidak bekerja sendiri,” katanya.
Hal tersebut sejalan dengan keterangan Pemkab Sidrap dalam forum bersama Bappenas yang menyebut capaian pertumbuhan ekonomi 7,71 persen lahir dari sinergi berbagai unsur pembangunan, termasuk pemerintah, ulama dan dunia usaha.
14 Program Prioritas Jadi Instrumen Percepatan
Abdul Jabbar juga mengaitkan capaian ekonomi tersebut dengan implementasi 14 program prioritas Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dicanangkan di bawah kepemimpinan Syaharuddin Alrif dan Nurkanaah.
Program tersebut antara lain BPJS Kesehatan Gratis, Pendidikan Unggul, Pupuk Lancar, Listrik Masuk Sawah, Harga Komoditas Stabil, Peternakan dan Perikanan Sukses, UMKM Maju, Tersedianya Lapangan Kerja, Jalan Mulus, Sidrap Aman dan Religius, Anak-anak Sidrap Sehat, Pengembangan Potensi Wirausaha Generasi Z dan Milenial, ASN/Perangkat Desa Sejahtera, serta Sidrap Bersih dan Tangguh Bencana.
“14 program prioritas itu menurut kami bukan sekadar daftar program. Ketika diterjemahkan ke dalam kebijakan dan dirasakan masyarakat, maka program tersebut menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan,” kata Abdul Jabbar.
Ia mencontohkan sektor pertanian dan peternakan yang menjadi kekuatan utama ekonomi Sidrap. Program peningkatan produktivitas, ketersediaan pupuk, infrastruktur pendukung pertanian serta hilirisasi menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada 2025 produksi padi GKP mencapai sekitar 679.772 ton, produksi jagung sekitar 109.908 ton, sementara produksi telur mencapai sekitar 53,4 juta kilogram.
Bukan Hanya Pertumbuhan, tetapi Dampaknya
Bagi Karang Taruna, pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada statistik. Pertumbuhan harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berkembang.
Karena itu, Abdul Jabbar menilai capaian ekonomi harus dibaca bersama dengan indikator sosial lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sidrap melaporkan bahwa angka kemiskinan turun menjadi 4,91 persen pada 2025, sementara berbagai program sosial, pendidikan dan kesehatan juga terus dijalankan.
“Bagi kami, ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonominya tinggi. Tetapi apakah petani semakin produktif, UMKM semakin berkembang, anak-anak mendapatkan pendidikan, masyarakat memperoleh layanan kesehatan, lapangan kerja terbuka dan kelompok masyarakat yang rentan mendapatkan perlindungan,” ujarnya.
Penghargaan Menguatkan Capaian
Capaian tersebut juga diikuti penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pada Maret 2026, Pemkab Sidrap menerima penghargaan kategori Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari Pemprov Sulsel, bersamaan dengan penghargaan lainnya.
Bagi Abdul Jabbar, penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap kerja kolektif seluruh elemen masyarakat Sidrap.
“Penghargaan pemerintah itu penting sebagai pengakuan institusional. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana capaian tersebut kita pertahankan dan terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas,” katanya.
Dari Sidrap untuk Indonesia
Atas berbagai capaian tersebut, Abdul Jabbar menegaskan bahwa gelar “Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia” yang disematkan kepada Bupati Syaharuddin Alrif merupakan bentuk apresiasi moral atas kepemimpinan dan orkestrasi pembangunan yang berlangsung di Sidrap.
Namun, ia menegaskan bahwa gelar tersebut pada hakikatnya tidak hanya ditujukan kepada Bupati.
“Kalau hari ini kami memberikan gelar kepada Bapak Bupati sebagai Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia, sesungguhnya kami sedang memberikan penghormatan kepada seluruh masyarakat Sidrap. Karena angka 7,71 persen itu lahir dari kerja bersama,” tegasnya.
Ia menyebut petani, peternak, pedagang, pelaku UMKM, ASN, DPRD, kepala desa, pemuda, perempuan, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan hingga seluruh masyarakat merupakan bagian dari ekosistem pembangunan tersebut.
“Bupati adalah orkestratornya, pemerintah adalah penggeraknya, tetapi masyarakat adalah pemain utamanya. Karena itu, capaian ini harus kita jaga sebagai milik bersama,” ujarnya.
Abdul Jabbar berharap Sidrap tidak berhenti menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi terus bergerak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.
“Dari Sidrap kita ingin menunjukkan bahwa daerah dengan potensi lokal yang kuat, kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi, kolaborasi yang solid dan partisipasi masyarakat yang tinggi dapat menciptakan percepatan pembangunan. Inilah semangat Sidrap Maju dan Sejahtera,” pungkasnya.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI