Menanam Kebiasaan Baik Sejak Bangku SD, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan PHBS Cegah Diare

Rabu, 29 Juli 2026
Menanam Kebiasaan Baik Sejak Bangku SD, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan PHBS Cegah Diare

Menanam Kebiasaan Baik Sejak Bangku SD, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan PHBS Cegah Diare

Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk diare. Kebiasaan sederhana yang dibangun sejak dini dapat menjadi bekal anak untuk menjaga kesehatan hingga dewasa.

Berangkat dari upaya tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin Posko Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, menggelar edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di SDN 1 Amparita pada 21 Juli 2026 dan SDN 2 Amparita pada 27 Juli 2026.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari kepala sekolah dan guru di kedua sekolah tersebut diikuti 54 murid, terdiri atas 34 murid SDN 1 Amparita dan 20 murid SDN 2 Amparita. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak tentang pentingnya menerapkan PHBS sebagai upaya mencegah diare sejak usia dini.

Edukasi ini merupakan program kerja individu Fatmawati, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran murid mengenai pentingnya menerapkan PHBS sebagai upaya mencegah diare sejak dini.

Melalui kegiatan ini, murid diajak memahami bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan diare, penyebab, tanda dan gejala, dampak yang ditimbulkan, serta berbagai langkah pencegahan melalui penerapan PHBS.

Selain itu, murid dibekali pemahaman mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dengan enam langkah yang benar, mengonsumsi air minum yang aman, memilih jajanan yang bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, serta menggunakan jamban sehat.

Agar materi lebih mudah dipahami, edukasi dikemas secara interaktif melalui presentasi, pemutaran video edukasi, demonstrasi praktik cuci tangan, sesi diskusi, dan kuis. Pendekatan tersebut membuat murid lebih aktif mengikuti kegiatan sekaligus mempraktikkan langsung kebiasaan hidup bersih yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fatmawati mengatakan, pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat perlu dimulai sejak anak berada di bangku sekolah dasar karena pada usia tersebut mereka lebih mudah menerima dan menerapkan kebiasaan positif.

"Kami berharap para murid dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi contoh positif bagi keluarga dan lingkungan sekitar," ujarnya.

Mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap edukasi ini tidak berhenti sebagai kegiatan di ruang kelas, tetapi menjadi awal tumbuhnya kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah. 

Dengan semakin banyak anak yang membiasakan PHBS dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan risiko kejadian diare dan berbagai penyakit infeksi lainnya dapat ditekan sejak usia dini.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...