Setiap kali pestisida disemprotkan, ada risiko tersembunyi yang mengintai di baliknya. Zat kimia yang seharusnya membasmi hama itu bisa saja berbalik menyerang tubuh petani sendiri, masuk lewat udara yang dihirup, kulit yang bersentuhan langsung, atau tangan yang belum sempat dicuci sebelum makan.
Menjawab persoalan yang kerap luput dari perhatian ini, Nadia Alifianni Masbar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Ke-69 Universitas Hasanuddin, menggagas program kerja individu berjudul "Edukasi Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai Upaya Pencegahan Paparan Pestisida pada Petani".
Kegiatan ini digelar di Kantor Kelurahan Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Senin (27/7/2026).
Sebanyak 20 petani dari Lingkungan 1 dan Lingkungan 2 Kelurahan Arawa turut hadir dalam kegiatan ini, didampingi langsung oleh Lurah Arawa, Ruslan Pide, SE, yang turut memberikan dukungan penuh.
Antusiasme petani dari dua lingkungan yang berbeda mencerminkan besarnya kepedulian warga terhadap isu keselamatan kerja di sektor pertanian, sebuah sektor yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat Arawa.
Pestisida memang menjadi senjata andalan petani untuk melindungi hasil panen dari serangan hama dan penyakit tanaman, tetapi penggunaannya tanpa perlindungan yang memadai dapat menjelma ancaman bagi kesehatan penggunanya sendiri.
Paparan pestisida yang berulang berpotensi memicu iritasi kulit, gangguan pernapasan, hingga risiko kesehatan yang lebih serius dalam jangka panjang seperti gangguan hormon dan fungsi organ tubuh.
Fakta inilah yang mendasari pentingnya edukasi mengenai alat pelindung diri, mulai dari masker, sarung tangan, pakaian lengan panjang, sepatu boot, hingga kacamata pelindung, sebagai lapisan pertahanan sederhana namun krusial bagi keselamatan petani.
Kegiatan berlangsung dalam rangkaian yang runtut, diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test untuk mengukur pemahaman awal petani tentang bahaya paparan pestisida serta fungsi APD.
Edukasi kemudian disampaikan mengenai jalur masuknya pestisida ke dalam tubuh, dampak kesehatan yang mengintai, jenis-jenis APD beserta fungsinya, serta kiat praktis penerapan APD saat bekerja di lahan.
Sesi ini ditutup dengan post-test guna melihat peningkatan pemahaman peserta, dilanjutkan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat sebelum kegiatan resmi berakhir.
Setiap peserta turut menerima leaflet sebagai bahan bacaan yang dapat dibawa pulang, memuat rangkuman jalur paparan pestisida, dampak kesehatan, jenis-jenis APD, hingga tips penggunaannya di lapangan.
Leaflet ini diharapkan menjadi pengingat sederhana yang dapat dibaca ulang kapan saja, sehingga kesadaran akan pentingnya perlindungan diri tetap terjaga saat petani kembali turun ke ladang.
Perbandingan hasil pre-test dan post-test turut menjadi bukti nyata bahwa edukasi singkat ini mampu meningkatkan pemahaman petani terhadap pentingnya penggunaan APD secara konsisten.
Program kerja individu ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN PK Ke-69 Universitas Hasanuddin dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan kerja, khususnya bagi petani yang selama ini jarang tersentuh edukasi keselamatan kerja secara khusus.
Sinergi antara mahasiswa, petani, dan Pemerintah Kelurahan Arawa diharapkan mampu menumbuhkan budaya kerja yang lebih aman, sehingga hasil panen yang melimpah selalu berjalan seiring dengan kesehatan petani yang terjaga.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI