Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan (KKN-PK) 69 Universitas Hasanuddin menghadirkan cara interaktif melalui lomba menyusun "Isi Piringku" untuk mengedukasi masyarakat Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (28/7/2026).
Kegiatan bertajuk "Susun Piringku, Cegah Stuntingku" tersebut merupakan program kerja individu Rahmawati, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Berlangsung di Aula Kantor Desa Kalosi Alau, kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta yang terdiri atas Kepala Desa Kalosi Alau Andi Apris, kader kesehatan, ibu-ibu PKK, mahasiswa KKN-T 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, serta masyarakat setempat.
Edukasi diawali dengan pemaparan materi mengenai stunting, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), peran keluarga dalam pencegahan stunting, konsep Isi Piringku, hingga pemilihan makanan bergizi seimbang.
Materi disampaikan menggunakan media visual dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Usai penyampaian materi, peserta diajak mengikuti lomba menyusun Isi Piringku menggunakan media interaktif berbahan kertas.
Masing-masing peserta memperoleh gambar piring dan potongan gambar berbagai jenis makanan, seperti makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, buah-buahan, air, dan susu, yang kemudian disusun sesuai prinsip gizi seimbang.
Tidak hanya menguji kecepatan, perlombaan tersebut juga menilai ketepatan peserta dalam menyusun komponen Isi Piringku. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusias, sementara peserta tampak aktif berdiskusi untuk menentukan komposisi makanan yang tepat.
Hasilnya, sebagian besar peserta mampu menyusun Isi Piringku dengan benar. Meski beberapa peserta membutuhkan waktu lebih lama dalam menentukan susunan makanan, mereka tetap menunjukkan pemahaman yang baik terhadap konsep gizi seimbang.
Tiga peserta yang keluar sebagai pemenang adalah Isempu, Musniati, dan Erviana karena dinilai paling cepat sekaligus tepat dalam menyelesaikan susunan Isi Piringku.
Menurut Rahmawati, pendekatan interaktif dipilih agar materi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dapat dipraktikkan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk turut mendukung upaya penurunan angka stunting di Desa Kalosi Alau melalui pendekatan Isi Piringku, sehingga masyarakat tidak hanya mengetahui pentingnya gizi seimbang, tetapi juga dapat menerapkannya dalam penyusunan makanan sehari-hari," ujarnya.
Kepala Desa Kalosi Alau, Andi Apris, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai metode belajar melalui praktik membuat masyarakat lebih mudah memahami cara menyusun makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di desa.
"Program ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam penyusunan Isi Piringku dengan berbagai bahan yang tersedia di Desa Kalosi Alau," kata Andi Apris.
Melalui metode belajar yang interaktif, mahasiswa KKN-PK 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat tidak hanya memahami konsep gizi seimbang, tetapi juga mampu menerapkannya dalam penyediaan makanan sehari-hari sebagai salah satu langkah nyata mencegah stunting di tingkat keluarga.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI