Ubah Tutup Botol Jadi Karya, Mahasiswa KKN Unhas Gelar Aksi 'CAPCRAFT' Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini di Sidrap

Jum'at, 31 Juli 2026
Ubah Tutup Botol Jadi Karya, Mahasiswa KKN Unhas Gelar Aksi 'CAPCRAFT' Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini di Sidrap

Ubah Tutup Botol Jadi Karya, Mahasiswa KKN Unhas Gelar Aksi 'CAPCRAFT' Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini di Sidrap

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berjudul "CAPCRAFT: Edukasi dan Kreasi Gantungan Kunci dari Tutup Botol Plastik untuk Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan" di SD Negeri 1 Tanru Tedong, Kelurahan Tanru Tedong, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap. 

Program yang diinisiasi oleh Fauziah ini diselenggarakan pada Selasa (28/7/2026), di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Dr. Eng. Ir. Purwanto, S.T., M.T.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya permasalahan sampah plastik di lingkungan sekitar. Tutup botol plastik yang sering kali dianggap remeh dan dibuang begitu saja memerlukan waktu yang sangat lama untuk terurai. 

Menyadari bahwa kepedulian lingkungan paling efektif ditanamkan sejak usia dini, Fauziah memilih siswa sekolah dasar sebagai sasaran agar mereka dapat menyerap kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. 

Sebagai mahasiswi Ilmu Kelautan, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusinya dalam mencegah pencemaran daratan yang dapat terbawa aliran air hingga bermuara ke laut. 

Rangkaian kegiatan dimulai dari penyuluhan mengenai dampak sampah plastik, dilanjutkan dengan praktik langsung membuat gantungan kunci dari tutup botol bekas agar siswa memahami bahwa limbah dapat diolah menjadi produk bernilai guna.

Guru SD Negeri 1 Tanru Tedong, Tajuddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan program kreatif tersebut.

"Alhamdulillah, kegiatan semacam ini patut kita support supaya anak-anak didik kami memiliki wawasan luas terhadap pengelolaan sampah. Saya juga berterima kasih atas ilmu yang diimbaskan di luar jam akademik. Melalui pembelajaran ekstrakurikuler ini, motivasi anak-anak untuk mengelola sampah dapat berkembang dengan baik," ujarnya.

Tajuddin juga menambahkan bahwa edukasi pengelolaan sampah ini penting diterapkan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.

"Saya sangat salut dengan kegiatan adik-adik mahasiswa KKN yang telah menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mengajari anak-anak memanfaatkan sampah berserakan menjadi sesuatu yang bernilai tambah. Saya berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut," ungkapnya.

Melalui program CAPCRAFT, mahasiswa berharap para siswa tidak hanya pulang membawa hasil karya berupa gantungan kunci, tetapi juga mengantongi pemahaman serta kebiasaan baru untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. 

Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa maupun sekolah, serta menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam dimulai dari lingkup terkecil.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...