Inovasi Pangan Lokal, Susu Kacang Mete Dikenalkan ke Anak SD dan Ibu-ibu di Mattirotasi

Senin, 27 Juli 2026
Inovasi Pangan Lokal, Susu Kacang Mete Dikenalkan ke Anak SD dan Ibu-ibu di Mattirotasi

Inovasi Pangan Lokal, Susu Kacang Mete Dikenalkan ke Anak SD dan Ibu-ibu di Mattirotasi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja METEKU (Inovasi Susu Kacang Mete sebagai Media Edukasi Pangan Lokal bagi Anak Sekolah Dasar) di Desa Mattirotasi, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), pada 22–25 Juli 2026. 

Program ini bertujuan mengenalkan susu kacang mete sebagai inovasi olahan pangan lokal bergizi kepada anak sekolah dasar sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan sehat dan pemanfaatan komoditas lokal.

Kegiatan diawali pada Rabu (22/7/2026) dengan penyuluhan kepada siswa kelas III sekolah dasar mengenai pentingnya konsumsi susu bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Dalam kesempatan itu, mahasiswa KKN memperkenalkan susu kacang mete sebagai alternatif minuman bergizi berbahan dasar pangan lokal. Anak-anak tampak antusias mengikuti penyuluhan dan aktif menjawab pertanyaan yang diberikan.

Usai penyuluhan, mahasiswa KKN memberikan susu kacang mete kepada lima siswa kelas III yang dipilih sebagai responden. 

Pemberian susu dilakukan selama tiga hari berturut-turut, mulai 22 hingga 24 Juli 2026, untuk mengenalkan cita rasa susu kacang mete sekaligus mengetahui tingkat penerimaan anak terhadap produk tersebut.

Salah seorang siswa yang menjadi responden mengaku menyukai susu kacang mete setelah mengonsumsinya selama tiga hari. 

"Awalnya saya belum pernah minum susu dari kacang mete, tapi ternyata rasanya enak dan manis. Saya jadi mau minum lagi kalau ada," ujarnya.

Selain menyasar siswa sekolah dasar, program METEKU juga memberikan edukasi kepada ibu-ibu warga Desa Mattirotasi pada Jumat (24/7/2026). 

Materi yang disampaikan meliputi kandungan gizi, manfaat susu kacang mete bagi kesehatan, serta proses pembuatannya yang sederhana sehingga dapat dipraktikkan di rumah. 

Kegiatan ini diharapkan mendorong pemanfaatan kacang mete sebagai produk pangan bernilai tambah sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.

Penanggung jawab program METEKU, Rezky Amanda, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk pemanfaatan potensi lokal melalui inovasi pangan yang dikemas secara edukatif bagi anak-anak maupun masyarakat.

"Program METEKU kami rancang sebagai upaya memperkenalkan diversifikasi pangan berbasis kacang mete yang merupakan salah satu komoditas lokal," terangnya.

"Kami ingin menunjukkan bahwa kacang mete tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai camilan, tetapi juga dapat diolah menjadi susu bergizi yang bermanfaat bagi kesehatan," imbuhnya. 

Rezky berharap, program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan potensi lokal sekaligus membuka peluang pengembangan produk pangan bernilai tambah.

Seorang peserta penyuluhan mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru mengenai pengolahan kacang mete.

"Selama ini kami hanya mengenal kacang mete sebagai camilan. Setelah mengikuti penyuluhan ini, kami jadi tahu kalau kacang mete juga bisa diolah menjadi susu yang bergizi dan memiliki nilai jual. Semoga ilmu ini bisa kami praktikkan di rumah," ungkapnya.

Rangkaian kegiatan ditutup pada Sabtu (25/7/2026) dengan pengisian kuesioner dan wawancara kepada lima siswa yang telah mengonsumsi susu kacang mete selama tiga hari. 

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tanggapan anak-anak terhadap rasa, aroma, tekstur, serta tingkat kesukaan mereka terhadap susu kacang mete.

Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar responden memberikan tanggapan positif terhadap produk susu kacang mete dan menyatakan bersedia mengonsumsinya kembali apabila tersedia.

Melalui program METEKU, mahasiswa KKN berharap inovasi susu kacang mete dapat menjadi salah satu bentuk pengembangan pangan lokal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kacang mete. 

Program ini diharapkan mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi pangan bergizi sekaligus memanfaatkan potensi lokal sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pewarta: ABDUL HASAN 
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...