Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) beradaptasi dengan pencatatan keuangan digital dilakukan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116.
Hal itu dilakukan melalui program Optimalisasi Pencatatan Transaksi Keuangan Harian UMKM Menggunakan Aplikasi BukuWarung di Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), yang berlangsung pada 23–31 Juli 2026.
Program yang menyasar lebih dari 15 pelaku UMKM ini dilaksanakan dengan metode door-to-door.
Selama sembilan hari, mahasiswa mendatangi langsung para pelaku usaha untuk memberikan pendampingan penggunaan aplikasi BukuWarung sebagai sarana pencatatan keuangan digital.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Khususnya, tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama Target 8.3, melalui pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan UMKM sehingga mendorong pertumbuhan usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Pendampingan diberikan mulai dari pengenalan fitur-fitur aplikasi BukuWarung hingga praktik langsung pencatatan transaksi harian secara mandiri oleh masing-masing pelaku usaha.
Penanggung jawab program kerja, Dhea Sabrina Putri, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mendorong pelaku UMKM beralih dari pencatatan manual menuju sistem digital yang lebih praktis dan akurat.
"Banyak pelaku UMKM di Macorawalie yang masih mencatat transaksi secara manual, bahkan sebagian tidak mencatat sama sekali sehingga sulit mengetahui untung rugi usaha. Melalui pendampingan door-to-door menggunakan aplikasi BukuWarung, pelaku usaha dapat mencatat transaksi hariannya secara lebih rapi dan memantau kondisi keuangan usaha secara real-time," ujarnya.
Salah seorang pelaku UMKM di Macorawalie, Ranianti, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
"Program ini memberikan pengalaman baru bagi saya dalam mengelola keuangan usaha. Saya jadi lebih percaya diri untuk mulai menggunakan aplikasi pencatatan digital," tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN berharap pelaku UMKM di Kelurahan Macorawalie semakin tertib dalam mencatat transaksi keuangan sehingga mampu mengambil keputusan usaha yang lebih tepat serta mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha di masa mendatang.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI