Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi pencegahan rabies melalui program BERANI (Belajar Rabies Sejak Dini) di SD Negeri 3 Carawali, Kelurahan Bangkai, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan ini menyasar seluruh siswa SD Negeri 3 Carawali dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sejak dini mengenai bahaya rabies sebagai penyakit zoonosis yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Melalui kegiatan edukatif dan interaktif, siswa diberikan pemahaman mengenai pengertian rabies, hewan yang berpotensi menularkan, cara penularan, tanda-tanda hewan terinfeksi, serta langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN-PK juga memberikan demonstrasi pertolongan pertama apabila terjadi gigitan atau cakaran hewan, yakni mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian segera melapor kepada orang tua, guru, atau tenaga kesehatan.
Kegiatan dikemas melalui pemaparan materi, pemutaran media visual, diskusi, tanya jawab, serta kuis interaktif. Evaluasi pemahaman siswa dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan terkait pencegahan, penularan, dan penanganan awal rabies.
Penanggung jawab kegiatan, Andi Rifqa Tamzil dari KKN-PK 69 Posko Kelurahan Bangkai, mengatakan edukasi rabies sejak usia sekolah penting dilakukan untuk membentuk perilaku aman saat berinteraksi dengan hewan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin adik-adik lebih mengenal apa itu rabies, bagaimana cara mencegahnya, serta apa yang harus dilakukan jika mengalami gigitan hewan. Harapannya, mereka dapat menjaga diri saat bermain dengan hewan dan membagikan informasi yang telah dipelajari kepada keluarga di rumah," ujarnya.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah dan siswa. Para peserta antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk sesi demonstrasi dan kuis.
Salah seorang siswa mengaku mendapatkan pengetahuan baru tentang langkah yang harus dilakukan saat mengalami gigitan hewan.
"Sekarang saya tahu kalau digigit hewan harus langsung cuci luka pakai air mengalir dan sabun, lalu bilang ke orang tua supaya bisa segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit," katanya.
Melalui program BERANI, mahasiswa KKN-PK 69 Posko Kelurahan Bangkai berharap siswa dapat menjadi agen informasi di lingkungan keluarga dan turut mendukung upaya pencegahan rabies di masyarakat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI