Dari Ruang Kelas SDN 4 Arawa, KKN PK Unhas Bangun Kebiasaan Etika Batuk untuk Cegah TB

Jum'at, 31 Juli 2026
Dari Ruang Kelas SDN 4 Arawa, KKN PK Unhas Bangun Kebiasaan Etika Batuk untuk Cegah TB

Dari Ruang Kelas SDN 4 Arawa, KKN PK Unhas Bangun Kebiasaan Etika Batuk untuk Cegah TB

Dari ruang kelas UPT SD Negeri 4 Arawa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN PK) Universitas Hasanuddin membangun kebiasaan etika batuk sebagai langkah sederhana mencegah penularan tuberkulosis (TB), Rabu (29/7/2026). 

Upaya itu dilakukan melalui program BATARA (Batuk Tertib Anak Ceria) yang memadukan penyuluhan dan demonstrasi praktik etika batuk secara langsung.

Program dipandu Kayla Karunia Rahmat (NIM R011231081) sebagai penanggung jawab kegiatan dan diikuti siswa kelas V. Sebelum materi disampaikan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mengenai tuberkulosis dan etika batuk.

Dalam penyuluhan, siswa diperkenalkan dengan tuberkulosis sebagai penyakit menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Materi menjelaskan bahwa TB umumnya menyerang paru-paru dan dapat menular melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau tertawa tanpa menutup mulut.

Siswa juga dikenalkan pada gejala TB pada anak, seperti batuk yang tidak kunjung sembuh, mudah lelah, nafsu makan menurun, dan demam. Pemateri menekankan pentingnya mengenali gejala sejak dini agar penanganan dapat segera dilakukan.

Materi kemudian difokuskan pada penerapan etika batuk sebagai langkah sederhana mencegah penyebaran penyakit. Siswa diajarkan menutup mulut dan hidung menggunakan siku bagian dalam atau tisu saat batuk maupun bersin, membuang tisu ke tempat sampah, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta memakai masker ketika sedang sakit.

Usai penyampaian materi, mahasiswa KKN PK memperagakan langsung cara menerapkan etika batuk yang benar. Seluruh siswa kemudian mempraktikkannya secara bergantian dengan pendampingan tim pelaksana agar setiap langkah dapat dilakukan dengan tepat.

Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam demonstrasi, dan berani memperagakan kembali etika batuk di depan teman-temannya sehingga suasana edukasi berlangsung interaktif.

Sebagai evaluasi, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah menerima materi. Hasil pengamatan menunjukkan siswa mampu memahami cara penularan tuberkulosis, pentingnya etika batuk, serta dapat mempraktikkan langkah-langkah yang benar sebagai bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat.

Melalui program BATARA, mahasiswa KKN PK Universitas Hasanuddin berharap siswa dapat membiasakan etika batuk dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Edukasi ini diharapkan mendukung upaya pencegahan penularan tuberkulosis sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...