Pengasuh Balita Toddang Pulu Dibekali Cara Cegah Stunting Lewat Program SIGAP

Minggu, 2 Agustus 2026
Pengasuh Balita Toddang Pulu Dibekali Cara Cegah Stunting Lewat Program SIGAP

Pengasuh Balita Toddang Pulu Dibekali Cara Cegah Stunting Lewat Program SIGAP

 


Upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin melaksanakan program SIGAP Stunting (Siap Jadi Pengasuh Anti Stunting) bagi pengasuh balita di Pustu Watang Lowa, Kelurahan Toddang Pulu, Kecamatan Tellu Limpoe, Ahad (26/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–11.30 WITA tersebut diikuti para pengasuh balita setempat dengan antusias. Program ini menjadi salah satu bentuk edukasi kesehatan yang bertujuan meningkatkan pemahaman pengasuh mengenai pencegahan stunting sejak dini.

SIGAP Stunting digagas dan dikoordinasikan oleh Hikma Ilahi, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, sebagai program kerja dalam pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan di wilayah tersebut.

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal peserta terkait stunting. Setelah itu, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian, penyebab, dampak, serta faktor risiko stunting.

Dalam penyampaian materi, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), penerapan pola asuh yang baik, pemberian makanan sesuai kebutuhan usia anak, pemenuhan protein hewani, serta pemantauan pertumbuhan balita secara rutin melalui posyandu.

Sesi edukasi dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para pengasuh balita aktif menyampaikan pertanyaan seputar pola asuh dan pemenuhan gizi anak. Kegiatan ditutup dengan post-test untuk melihat peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti edukasi.

Melalui program SIGAP Stunting, para pengasuh balita diharapkan mampu menerapkan pola asuh dan pola makan yang lebih tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak. Edukasi ini juga menjadi langkah preventif agar risiko stunting dapat ditekan sejak dini.

Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap isu stunting. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah kelurahan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program SIGAP Stunting turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-2 tentang penghapusan malnutrisi, tujuan ke-3 terkait peningkatan kesehatan masyarakat, serta tujuan ke-4 melalui peningkatan literasi kesehatan.

Melalui edukasi berkelanjutan, diharapkan pengasuh balita semakin berperan aktif dalam menciptakan generasi yang tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...