Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) Posko Desa Lombo mengedukasi warga, khususnya petani, tentang berbagai tips pencegahan nyeri pinggang atau “Low Back Pain” (LBP) melalui program Sipadeceng Tani.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Rukhul Iman, Desa Lombo, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (23/7/2026).
Program kerja individu tersebut diprakarsai oleh mahasiswa Program Studi Fisioterapi Unhas, Gustisya Nurul Izza Salam, di bawah bimbingan dosen supervisor Ryryn Suryaman Prana Putra, S.K.M., M.Kes.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petani mengenai pentingnya menjaga kesehatan tulang belakang melalui penerapan postur kerja yang benar dan latihan mandiri yang mudah dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Gustisya menjelaskan bahwa petani merupakan kelompok yang rentan mengalami Low Back Pain akibat aktivitas seperti membungkuk dalam waktu lama, mengangkat hasil panen, mencangkul, maupun membawa beban berat secara berulang.
Jika tidak dicegah, kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan bekerja, menurunkan produktivitas, hingga memengaruhi kualitas hidup.
Melalui program Sipadeceng Tani, peserta memperoleh edukasi mengenai pengertian Low Back Pain, faktor-faktor yang meningkatkan risiko nyeri pinggang, prinsip ergonomi saat bekerja di lahan pertanian, serta latihan peregangan dan penguatan otot yang dapat dilakukan sebelum maupun setelah bekerja.
Tak hanya menerima materi, para peserta juga diajak mempraktikkan teknik mengangkat beban dengan benar, posisi kerja yang aman, serta sejumlah gerakan latihan mandiri untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan otot penyangga tulang belakang.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta mengenai Low Back Pain. Selanjutnya, materi disampaikan menggunakan media presentasi sederhana yang dipadukan dengan demonstrasi agar lebih mudah dipahami.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi berlangsung, terutama saat praktik ergonomi dan latihan mandiri. Berbagai pengalaman petani terkait keluhan nyeri pinggang selama bekerja juga menjadi bahan diskusi yang memperkaya jalannya kegiatan.
Sebagai evaluasi, peserta kembali mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti edukasi. Hasilnya menunjukkan peserta lebih memahami pentingnya menjaga postur tubuh saat bekerja serta manfaat melakukan latihan secara rutin sebagai upaya mencegah nyeri pinggang.
"Melalui program Sipadeceng Tani, kami berharap masyarakat, khususnya para petani, dapat menerapkan prinsip ergonomi saat bekerja serta membiasakan melakukan latihan mandiri secara rutin. Kebiasaan sederhana ini diharapkan mampu mengurangi risiko Low Back Pain sehingga aktivitas bertani dapat dilakukan dengan lebih aman, nyaman, dan produktif," ujar Gustisya.
Program ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan gangguan muskuloskeletal.
Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena kesehatan petani yang lebih baik diharapkan dapat menunjang produktivitas kerja dan mengurangi risiko cedera akibat aktivitas pertanian.
Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Lombo. Diharapkan edukasi ini menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan kerja yang lebih sehat sehingga risiko Low Back Pain pada petani dapat diminimalkan melalui penerapan ergonomi dan latihan mandiri secara berkelanjutan.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI