Berangkat dari semangat membangun karakter anak sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar edukasi pencegahan bullying bagi siswa kelas IV dan V SD Negeri 13 Tanrutedong, Desa Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Senin (27/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang bentuk-bentuk bullying, dampaknya, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Program tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui pendidikan karakter di lingkungan sekolah dasar.
Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan KKN-T di Desa Kampale, mahasiswa masih menemukan perilaku seperti saling mengejek, memberi julukan kepada teman, hingga bercanda secara berlebihan. Meski kerap dianggap hal biasa, perilaku tersebut berpotensi berkembang menjadi tindakan bullying apabila tidak disertai pemahaman yang tepat.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pengetahuan awal siswa mengenai bullying. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi secara interaktif tentang pengertian, jenis, dampak, hingga langkah-langkah pencegahan bullying.
Penyampaian materi dipadukan dengan permainan edukatif, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Sebagai evaluasi, kegiatan ditutup dengan *post-test* untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti edukasi.
Penanggung Jawab Program Kerja Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Herfina, mengatakan edukasi mengenai pencegahan bullying perlu diberikan sejak dini agar anak-anak terbiasa membangun sikap saling menghormati.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak siswa memahami bahwa bullying bukan sekadar candaan, melainkan tindakan yang dapat memberikan dampak bagi orang lain. Kami berharap siswa menjadi pribadi yang lebih peduli, berani menghentikan tindakan bullying, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua," ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para siswa aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, sementara guru-guru SD Negeri 13 Tanrutedong mengapresiasi materi yang disampaikan karena dinilai relevan dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik.
Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap nilai saling menghargai dapat terus diterapkan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari dengan dukungan sekolah, orang tua, dan masyarakat sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI