UPT SD Negeri 4 Kulo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui sebuah inovasi bertajuk TRANSISI (Transformasi Sekolah Inovatif dan Inklusif).
Program ini diinisiasi oleh Nur Zakiah Kadong, S.Pd.SD., M.Pd., selaku Kepala UPT SD Negeri 4 Kulo, sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.
Inovasi TRANSISI hadir sebagai sebuah program holistik yang mengintegrasikan berbagai aspek penting dalam pendidikan.
Program ini memiliki nilai tambah karena mampu menggabungkan integrasi literasi dan numerasi dalam pembelajaran mendalam, komunitas belajar guru berbasis apresiasi yang dikenal dengan nama "Sumange", serta penyelenggaraan sekolah inklusif tanpa memerlukan tambahan sumber daya manusia khusus.
Berbeda dengan program-program sebelumnya yang cenderung bersifat sektoral dan berfokus pada satu aspek tertentu, seperti literasi atau inklusi saja, TRANSISI mengusung pendekatan yang lebih komprehensif.
Program ini menekankan pendekatan emosional dan kolaboratif melalui konsep "belajar dengan hati", sehingga peserta didik merasa lebih nyaman dan termotivasi dalam belajar.
Keunikan lain dari inovasi ini terletak pada pemanfaatan kondisi sekolah dengan jumlah peserta didik yang relatif terbatas sebagai peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih personal, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Kulo.
Selain itu, penggunaan istilah lokal "Sumange", yang berarti semangat dalam bahasa Bugis, menjadi identitas khas yang mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat semangat belajar seluruh warga sekolah.
Implementasi program TRANSISI terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap berbagai indikator mutu pendidikan di sekolah. Pada aspek literasi, kemampuan peserta didik meningkat hingga mencapai kategori Baik, dengan 75% peserta didik mencapai kompetensi minimum.
Capaian ini mengalami kenaikan sebesar 28,33 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada pada angka 46,67%.
Peningkatan yang lebih tinggi juga terlihat pada kemampuan numerasi peserta didik. Data menunjukkan bahwa 90% peserta didik telah mencapai kompetensi minimum, meningkat drastis sebesar 50 poin dari capaian tahun 2024 yang hanya mencapai 40%. Peningkatan ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh indikator yang diukur dalam program.
Tidak hanya pada aspek akademik, program TRANSISI juga memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter peserta didik.
Skor karakter murid meningkat menjadi 64 atau kategori Baik, naik sebesar 6,83 poin dari skor sebelumnya 57,17. Penguatan karakter tersebut terlihat pada berkembangnya nilai-nilai gotong royong, kreativitas, nalar kritis, kebinekaan global, dan kemandirian di kalangan peserta didik.
Lingkungan sekolah yang aman dan ramah juga menjadi salah satu keberhasilan program ini. Indikator keamanan sekolah mencapai skor 88 dan kebinekaan sekolah mencapai skor 80, yang keduanya berada pada kategori Baik.
Peningkatan ini ditandai dengan terciptanya lingkungan belajar yang bebas dari perundungan serta hilangnya stigma terhadap peserta didik berkebutuhan khusus (siswa inklusi).
Sementara itu, kualitas pembelajaran di kelas juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Skor kualitas pembelajaran meningkat menjadi 75 atau kategori Baik, naik 14,72 poin dari skor sebelumnya 60,28. Suasana belajar menjadi lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik, sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih bermakna.
Dampak positif TRANSISI turut dirasakan pada aspek kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Jumlah peserta didik baru di UPT SD Negeri 4 Kulo meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, prestasi peserta didik juga semakin meningkat, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, sehingga semakin mengharumkan nama sekolah.
Kepala UPT SD Negeri 4 Kulo sekaligus inovator program, Nur Zakiah Kadong, berharap inovasi TRANSISI dapat terus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh guru dan peserta didik di sekolah. Ia juga berharap program ini dapat menjadi inspirasi dan direplikasi oleh sekolah-sekolah lain sebagai salah satu strategi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan inklusif.
"TRANSISI bukan hanya sebuah program, tetapi langkah nyata dalam membangun budaya belajar yang berpusat pada peserta didik, menghargai keberagaman, dan menumbuhkan semangat untuk terus berkembang bersama. Harapannya, inovasi ini dapat menginspirasi sekolah lain untuk melakukan transformasi serupa demi kemajuan pendidikan," ungkapnya.
Melalui TRANSISI, UPT SD Negeri 4 Kulo membuktikan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk berinovasi. Dengan kolaborasi, semangat, dan komitmen yang kuat, sekolah mampu bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang inovatif, inklusif, serta menjadi kebanggaan masyarakat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI