Dari Kebun Desa Buae, Lamalleppe Kembangkan Mentari Kunyit Bubuk yang Kaya Khasiat

Kamis, 3 September 2026
Dari Kebun Desa Buae, Lamalleppe Kembangkan Mentari Kunyit Bubuk yang Kaya Khasiat

Dari Kebun Desa Buae, Lamalleppe Kembangkan Mentari Kunyit Bubuk yang Kaya Khasiat

Di kebun Desa Buae, Kecamatan Watang Pulu, kunyit tidak sekadar tumbuh sebagai tanaman rempah. Di tangan Lamalleppe, hasil kebun tersebut diolah menjadi Mentari Kunyit Bubuk, produk lokal yang menawarkan kepraktisan sekaligus beragam manfaat dari kunyit.

Kunyit telah lama dikenal dan dimanfaatkan masyarakat, baik sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman tradisional. Tanaman berwarna kuning khas ini juga memiliki sejumlah manfaat, seperti membantu menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, serta menjadi sumber antioksidan alami yang mendukung kesehatan.

Kunyit juga dikenal memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan, termasuk pada persendian. Beragam manfaat tersebut membuat kunyit memiliki potensi untuk tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk yang lebih praktis.

Potensi itulah yang dilihat Lamalleppe. Di sela kesibukannya menjalankan tugas sebagai Kepala Dusun Desa Buae, ia tetap meluangkan waktu untuk bertani dan berkebun.

Bagi Lamalleppe, aktivitas tersebut bukan sekadar mengisi waktu luang. Ia melihat hasil pertanian yang tumbuh di desanya sebagai peluang yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Salah satunya adalah kunyit. Hasil kebun tersebut kemudian diolah menjadi kunyit bubuk melalui usaha yang diberi nama Mentari Kunyit Bubuk.

Pengolahan dalam bentuk bubuk membuat kunyit lebih praktis untuk digunakan. Produk tersebut kemudian dikemas dengan tampilan yang menarik, sehingga tidak hanya mengedepankan manfaat kunyit, tetapi juga memiliki daya tarik sebagai produk olahan lokal.

Langkah Lamalleppe menjadi contoh sederhana bagaimana hasil pertanian dapat memperoleh nilai tambah ketika diolah dan dikemas dengan baik. Kunyit yang sebelumnya hanya menjadi bagian dari hasil kebun kini memiliki peluang untuk menjangkau konsumen dalam bentuk produk yang lebih praktis.

Di tengah perannya sebagai kepala dusun, Lamalleppe juga menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dan aktivitas produktif dapat berjalan beriringan. Ia tetap menjalankan tanggung jawabnya di lingkungan desa sembari mengembangkan usaha dari potensi yang ada di sekitarnya.

Apa yang dilakukan Lamalleppe juga membuka cara pandang lain terhadap potensi desa. Hasil bumi yang tumbuh di lingkungan sendiri dapat menjadi peluang usaha ketika ada kemauan untuk mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Dari kebun Desa Buae, Mentari Kunyit Bubuk menjadi lebih dari sekadar produk olahan kunyit. Di baliknya ada upaya seorang pemuda untuk memanfaatkan potensi lokal, mengembangkan usaha, sekaligus memberi contoh bahwa desa memiliki banyak peluang untuk tumbuh dan berkembang.

Kisah Lamalleppe menunjukkan bahwa menjadi pemuda inspiratif tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dengan mengabdi, bekerja, berinovasi, dan berani melihat peluang di lingkungan sendiri, potensi desa dapat diubah menjadi karya yang memberi manfaat.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...