Bupati Syaharuddin Panen Perdana Penangkaran Cakra Buana, Siapkan Benih Unggul IP 300 Sidrap

Jum'at, 31 Juli 2026
Bupati Syaharuddin Panen Perdana Penangkaran Cakra Buana, Siapkan Benih Unggul IP 300 Sidrap

Bupati Syaharuddin Panen Perdana Penangkaran Cakra Buana, Siapkan Benih Unggul IP 300 Sidrap

Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif melakukan panen perdana penangkaran padi Cakra Buana di Kelurahan Majelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara petani, penangkar benih, dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang dalam upaya pengembangan sektor pertanian, khususnya penyediaan benih unggul untuk mendukung peningkatan produksi padi.

Syaharuddin mengapresiasi langkah Cakra Buana yang telah memulai penangkaran hingga berhasil melaksanakan panen perdana. Menurutnya, penangkaran tersebut menjadi bagian dari persiapan benih unggulan untuk mendukung pelaksanaan Indeks Pertanaman (IP) 300 di Kabupaten Sidrap.

"Ini adalah persiapan benih andalan untuk Sidrap. Yang kita tanam seluas 175 hektare. Ini persiapan benih IP 300 dengan umur 75 hari. Dan 175 hektare ini dalam satu hamparan, hari ini kita panen," ujar Syaharuddin.

Ia menjelaskan, penangkaran tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan benih musim tanam ketiga atau IP 300. Hasil benih yang diproduksi akan digunakan untuk mendukung program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) pada musim tanam September.

Syaharuddin menyampaikan, kualitas benih hasil penangkaran Cakra Buana sangat baik dan menjadi salah satu persiapan untuk memperkuat pelaksanaan program pertanian di Kabupaten Sidrap.

"Nanti hasil benih yang kita tangkarkan ini akan kita tanam di bulan September pada program PM-AAS. Nanti kita akan laporkan ke Pak Menteri Pertanian atas support dan bantuannya," jelasnya.

Ia menyebut penerapan PM-AAS di Sidrap telah berjalan dengan baik. Untuk pengembangan IP 300, Pemkab Sidrap menargetkan perluasan areal tanam hingga 10 ribu sampai 20 ribu hektare.

"Alhamdulillah PM-AAS di Sidrap sukses dan berhasil. Dan untuk IP 300 ini kita siap laksanakan untuk target 10.000 sampai 20.000 hektare," katanya.

Bupati mengungkapkan, hasil penangkaran Cakra Buana mengalami peningkatan dibanding sebelumnya. Jika sebelumnya hanya menghasilkan sekitar dua karung per titik, kini mampu mencapai enam karung per titik.

"Dulu kita hanya dapat dua karung per titik, sekarang Alhamdulillah sudah enam karung. Dulu harganya Rp7.200, sekarang sudah Rp7.500. Karena memang padi ini sengaja kita tanam untuk persiapan penangkaran, untuk kita gunakan menanam PM-AAS seluas 10.000 hektare," ungkapnya.

Menurut Syaharuddin, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keseriusan dan fokus dalam pengelolaan pertanian dapat memberikan hasil nyata bagi petani.

"Ini bukti bahwa kalau kita serius, kalau kita fokus, hasil akan kelihatan. Benih yang bagus, hasil yang bagus, petani yang sejahtera," tuturnya.

Ia meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta para penyuluh untuk terus mengawal proses penangkaran agar kualitas benih tetap terjaga dan dapat tersalurkan kepada petani tepat waktu.

"Kawal terus proses penangkaran ini. Pastikan benihnya tersebar, kualitasnya terjaga, dan sampai ke tangan petani tepat waktu," pesannya.

Syaharuddin berharap pengembangan benih unggul IP 300 dapat memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

"Mari kita jadikan Sidrap tetap sebagai lumbung pangan nasional. Dengan benih unggul IP 300, dengan semangat gotong royong, Insya Allah target 10 ribu sampai 20 ribu hektare PM-AAS bisa kita capai," pungkasnya.

Turut mendampingi Bupati Syaharuddin Alrif, Kepala Dinas TPHPKP Ibrahim, Kepala Badan Kesbangpol Arsul, Rektor DDI Sidrap Mansur, Kabid Penyuluhan Muhammad Zainal, Camat Maritengngae Firman, penyuluh Kecamatan Maritengngae, serta para petani.

Pewarta: ABDUL HASAN
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...