Musuhnya memang kecil, tetapi risikonya besar. Nyamuk Aedes aegypti dapat membawa ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat melalui penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD).
Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Angkatan 69 Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menggelar penyuluhan bertajuk "Masseddiki Cegah DBD: Upaya Bersatu Mencegah DBD Melalui Gerakan 3M Plus" di Aula Kantor Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini merupakan program kerja individu Yusdalifa, mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, yang diikuti sekitar 40 warga Desa Kalosi Alau.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD), mendorong penerapan Gerakan 3M Plus secara konsisten, serta menurunkan risiko penyebaran penyakit melalui pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Desa Kalosi Alau, Andi Apris, mengapresiasi pelaksanaan penyuluhan tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah DBD sejak dini.
"Saya berharap masyarakat yang hadir dalam penyuluhan ini memperhatikan dan menerapkan Gerakan 3M untuk pencegahan karena ini sangat penting dan bermanfaat ke depannya," ujar Andi Apris.
Kegiatan diawali dengan pengisian pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai DBD.
Selanjutnya, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian DBD, tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk, tanda dan gejala penyakit, pertolongan pertama pada dugaan kasus DBD, serta langkah-langkah pencegahan melalui Gerakan 3M Plus.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, pembagian leaflet edukasi, pemberian doorprize bagi peserta yang aktif, penyampaian yel-yel "Bersatu Cegah DBD", kemudian ditutup dengan pengisian posttest sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman peserta.
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai berbagai upaya pencegahan DBD yang dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan. Selain memahami gejala dan penanganan awal DBD, masyarakat juga semakin menyadari pentingnya menerapkan Gerakan 3M Plus sebagai langkah sederhana namun efektif untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Kalosi Alau dapat menjadikan Gerakan 3M Plus sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sinergi antara mahasiswa KKN, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta bebas dari ancaman Demam Berdarah Dengue.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI