'Hujan' Air Mata di Hari Ibu

Selasa, 30 Desember 2014
'Hujan' Air Mata di Hari Ibu

'Hujan' Air Mata di Hari Ibu

*Fatmawati : APE Harus Majukan Program Pemberdayaan Perempuan

SIDRAP,AJPNews -- Ada yang menarik dari Peringatan Hari Ibu ke - 86 tahun ini yang dipusatkan di Lapangan Andi Cammi Rappang. Peringatan Hari Ibu kali ini diwarnai 'hujan' air mata. Para peserta kegiatan Hari Ibu tidak kuasa menahan rasa harunya, saat Ketua TP PKK, Hj Fatmawati Rusdi menyampaikan sambutannya. Puncak 'hujan' air mata terjadi saat Fatmawati membacakan puisi tentang ibu dihadapan para peserta.

Dalam sambutannya, Hj Fatmawati Rusdi menyampaikan, penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) yang diterima Bupati Sidrap H Rusdi Masse hendaknya bisa lebih memajukan program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Sidrap.

Hj Fatmawati mengaku sangat berteerima kasih kepada seluruh masyarakat Sidrap atas dukungannya sehingga tanggal 17 Desember 2014, dia dan Bupati Sidrap kembali menerima penghargaan APE dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak atas nama Presiden Republik Indonesia atas komitmen Kementerian/lembaga negara dan pemerintah daerah terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. 

Menurutnya, penghargaan APE itu diberikan atas dukungan kesetaraan gender dan pemenuhan hak anak. Pemberian penghargaan itu kata dia diharapkan dapat memotivasi pelaksana program pembangunan pemberdayaan perempuan dan perindungan anak di daerah terkhusus di Kabupaten Sidrap, sehingga pemerintah daerah dan SKPD se Kabupaten Sidrap lebih terdorong lagi untuk meningkatkan program-program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.


Program itu kata anggota DPR RI dari Fraksi PPP ini, sejalan dengan arah pembanguinan Nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan mewujudkan kesejahteraan rakyat. 

"Termasuk pembangunan infrastruktur yang responsive gender sangat penting dan perlu dilaksanakan secara hati-hati, terencana, transparan dan bertanggung jawab. Dengan demikian diharapkan hasil pembangunan dapat dirasakan secara adil dan setara kepada seluruh lapisan masyarakat yang terdiri dari perempuan dan laki-laki,"jelasnya.


Dalam kesempatan itu pula Hj Fatmawati menyampaikan, bahwa pada Pemilihan Umum bulan April 2014 yang lalu, masyarakat telah memberikan amanah kepadanya menjadi wakil rakyat di Senayan. Hal itu kata dia sungguh merupakan amanah yang sangat luar biasa bagi dirinya, sehingga ia bertekad akan berjuang menggunakan hak konstitusinya selaku anggota DPR RI yang meliputi Pengawasan, Legislasi (penyusunan undang-undang) dan penyusunan anggaran. 

"Untuk penyusunan anggaran atau lebih dikenal dengan politik anggaran di Parlemen saya akan selalu mendorong pemerintah dalam hal penyusunan anggaran infrastruktur yang berpihak pada gender,"katanya.


Ketertarikannya untuk mensuarakan politik anggaran infrastruktur berbasis responsif gender, diakui Fatmawati tidak lepas dari pentingnya issue gender yang selama ini merupakan permasalahan yang diakibatkan karena adanya kesenjangan atau ketimpangan gender yang berimplikasi adanya diskriminasi terhadap salah satu pihak.

"Dari data badan pusat statistik pada tahun 2010 menyatakan jumlah perempuan hampir seimbang dengan penduduk laki-laki. Jumlah penduduk perempuan sebanyak 118.010.413 orang atau sekitar 49,66 persen. Sedangkan penduduk laki-laki mencapai 50,34 persen. Meskipun angka populasi jumlah perempuan hampir setara dengan jumlah laki-laki, tetapi pada kenyataannya masih terjadi kesenjangan gender dan kurang terpenuhinya hak-hak bagi perempuan dan anak perempuan. Perlu perjuangan yang serius diparlemen untuk mencapai target pembangunan yang dapat dinikmati secara merata dan adil,"tandasnya.(humas)
Chat Admin
Mulai chat dengan admin...