Lagi, Disnakkan Tabur Ikan Di Wettee

Selasa, 7 Mei 2013
Lagi, Disnakkan Tabur Ikan Di Wettee

Lagi, Disnakkan Tabur Ikan Di Wettee

* Pemibitan Terkendala Pasokan Air

SIDRAP-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) kembali melakukan penaburan ikan di perairan danau Sidenreng, tepatnya di Wettee Kamis (25/4) kemarin. Kegiatan ini adalah yang kesekian kalinya, setelah sebelumnya juga dilakukan di tempat berbeda.

Kepala Bidang Perikanan, Disnakkan Sidrap, Laenggeng Kote mengatakan, pada restocking yang digelar di Wettee itu, Disnakkan menabur benih ikan sebanyak 380 ribu ekor, yang terdiri dari 180 ribu ekor tawes, 100 ekor mas dan 100 ribu nila.

Kegiatan tersebut dipimpin Kepala Dinas Pertenakan dan Perikanan (Kadisnakkan) Sidrap H Abd Azis, didampingi Kepala Bidang Perikanan, Laenggeng Kote. Selain itu juga hadir Camat Panca Lautang, Muhammad Amin.

Menurut Laenggeng, kegiatan restocking seperti itu adalah kegiatan rutin Disnakkan setiap tahunnya dalam rangka pemulihan populasi ikan di danau.

"Dan yang tidak kalah penting, restocking  ini adalah upaya bagaimana  meningkatkan pendapatan nelayan,"ujarnya.

Restocking ini lanjut dia merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya juga dilakukan di Lagading.

Satu-satunya Produk Daerah Sesuai Perda

Kepala Disnakkan, Abd Azis sela-sela kegiatan restocking menjelaskan, bebih ikan yang ditabur itu, adalah satu-satunya produk daerah berdasarkan peraturan daerah (Perda) yang ada di Kabupaten Sidrap.

"Jadi baru sektor perikanan yang memiliki produk sendiri sesuai perda, komoditi andalan kita seperti padi saja, bibitnya belum ada porduk asli daerah,"kata Azis.

Untuk itulah, keberadaan lokasi pembibitan ikan itu, merupakan wadah yang patut dibanggakan dan terus dikembangkan, sebab salah satu penghasil produk daerah.

Hanya saja kata dia, produktifitas benih ikan di Sidrap belum bisa maksimal karena adanya sejumlah hambatan, salah satunya keterbatasan suplai air.

"Kendala yang paling dirasakan dalam pembibitan ikan ini adalah pasokan air. Kita sering kekurangan air, terutama ketika dilakukan penutupan pintu air,"jelasnya.

Untuk pasokan air di kolam pembibitan ikan itu, lanjut Azis memang mengandalkan suplai air irigasi yang selama ini, selalu dilakukan penutupuan pintu air secara berkala.

"Saat terjadi penutupan pintu air irigasi itulah, pembibitan kita menuai masalah. Tanpa pasokan air yang cukup, bibit pasti mati. Syukur-syukur jika yang mati itu bibitnya, kalau induknya yang mati, kita yang kewalahan,"terangnya.

Untuk itulah, Azis berharap ke depan akan ada lokasi yang pasokan airnya memadai untuk pembibitan ikan di Sidrap.
Chat Admin
Mulai chat dengan admin...