Peternak Untung Rp10 Miliar Lebih

Selasa, 7 Mei 2013
Peternak Untung Rp10 Miliar Lebih

Peternak Untung Rp10 Miliar Lebih

Dari Inseminasi Buatan Ternak Sapi


SIDRAP-- Sektor peternakan di Kabupaten Sidrap sejak kepemimpinan H Rusdi Masse dan H Dollah Mando terus meningkat. Selain pertumbuhan peternakan ayam ras yang kini sudah mencapai angka 3 juta ekor, saat ini peternakan sapi juga terus meningkat pesat.
    Dari data Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sidrap, tercatat dari tahun 2009 hingga 2012 ini, khusus kegiatan inseminasi buatan, mampu mencatat kelahiran sapi hingga 3.653 ekor atau setara dengan Rp10.950.000.000.
    "Artinya dengan kegiatan inseminasi buatan yang kita lakukan saat ini, keuntungan disektor peternakan sapi mencapai Rp 10 miliar lebih,"jelas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Sidrap, Abd Azis.
    Perhitungan keuntungan itu, lanjut Azis dengan standar paling rendah, yakni dengan jumlah kelahiran dikonversi rata-rata Rp 3 juta perekor.
    "Jika kita berhitung dengan standar perhitungan bibit sapi yang menvapi Rp5 juta sampai Rp juta, maka keuntungan kita sebenarnya jauh lebih besar, ketimbang perthitungan kami,"kata Azis.
    Perhitungan keuntungan dengan kegiatan inseminasi buatan itu, menurut Azis bukan rekayasa. Sebab petugas inseminasi dari Disnakkan saat ini, masih terus intens melakukan kegiatan inseminasi buatan.  Dan di lapangan hasil kelahiran sebagai hasil inseminasi ini dirasakan oleh para peternak.
    "Dibandingkan dengan pembelian bibit, inseminasi ini biayanya jauh lebih murah, untuk biaya inseminasi tidak cukup Rp 300 ribu, sementara untuk pembelian bibit, bibit dalam kandungan saja sudah dinilai Rp 5 juta,"terangnya.
    Untuk itulah Azis mengaku, ke depan akan terus menggenjot kegiatan inseminasi buatan ini untuk memenuhi target 3180 ekor kelahiran sapi di tahun 2013.
    "Dengan dukungan bapak Bupati Sidrap, kita optimis target itu bisa kita capai. Sebab selama ini perhatian besar bapak bupati memang cukup besar untuk sektor pengembangan pendapatan perekonomian masyarakat,"jelasnya.
    Lebih lanjut, Abd Azis menjelaskan, kegiatan inseminasi bupatan itu dilakukan Disnakkan dalam rangka mendukung swasembada daging sapi tahun 2014 dan pencapaian dua jurta ekor sapi tahun 2016.
    Dan tiap tahunnya kata Azis, pertumbuhan populasi sapi di Sidrap terus meningkat bahkan tahun ini, pertumbuhan populasi sapi Sidrap melampaui pertumbuhan populasi sapi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang hanya  12,9 persen, sementara Sidrap pertumbuhan populasinya mencapai 13,5 persen.
    "Pertumbuhan populasi ini, sangat didukung oleh kegiatan inseminasi buatan yang kita lakukan, dan itu akan terus kita genjot,"tandasnya.



Chat Admin
Mulai chat dengan admin...