SIDRAP -- Tahun ini di Kabupaten Sidrap pembangunan irigasi menjadi prioritas. Selain sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidrap untuk meningkatkan pendapatan petani, pembangunan irigasi secara massif itu juga untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas PSDA Kabupaten Sidrap, H Imran Abidin mengatakan, cukup banyak anggaran yang diperoleh Sidrap untuk pembangunan irigasi, selain dari APBD Provinsi juga dari APBN.
Upaya pembangunan irigasi tersebut juga merupakan lanjutan dari peletakan batu pertama rehabilitasi atau peningkatan saluran sekunder Belawa dari Saluran Tanah menjadi saluran primer BB12-BB13 di Bendoro oleh Presiden RI, Joko Widodo.
"Alhamdulillah tahun ini dana untuk pembangunan irigasi di daerah kita cukup besar,"ungkap Kadis PSDA, Imran Abidin.
Selain rehabilitasi saluran sekunder Belawa, tahun ini juga diakukan studi laras pembangunan Bendung Boya yang rencananya akan mengairi sekitar 10 ribu hektar areal persawahan yang meliputi Kecamatan Dua Pitue, Pitu Riawa, Panca Rijang dan Kulo dengan anggaran sekitar Rp 5 miliar.
"Dananya dari APBN, sehingga kita berharap ini bisa segera terealisasi,"katanya.
Selain itu, tahun ini juga rencananya akan dilakukan rehabilitasi Bendung Alla Karajae dengan kucuran dana APBD Provinsi sekitar Rp 20 miliar. Termasuk rehabilitasi bendung dan jaringan irigasi Belokka juga menggunakan dana APBD Provinsi sekitar Rp 5 miliar.
Yang tidak kalah penting, tahun ini juga Program Percepatan dan Perluasan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (P4-ISDA)
berlanjut. Untuk program ini ada sekitar 20 daerah irigasi yang akan direhabilitasi. "Ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 7 daerah irigasi yang direhabilitasi. Ini menjadi kewenangan Pemkab Sidrap dengan estimasi anggaran sekitar Rp 170 juta per daerah irigasi.
Sementara Kepala Bidang Pegelolah SDA, Dinas PSDA Sidrap, Sidrap, Muh Yusuf Thamrin menambahkan, untuk tahun 2014, telah dilakukan rehabilitasi semua jaringan irigasi di 4 daerah irigasi dengan sumber anggaran dari pusat. Keempat daerah irigasi (DI) yang dimaksud masing-masing DI Saddang, DI Bulu Timorang, DI Bulu Cenrana dan DI Bila.
"Pekerjaannya meliputi rintisan dan galian walet atau sedimentasi pada saluran primer dan sekunder serta penanggulangan darurat bencana banjir dan penanggulangan daya rusak air di empat DI tersebut,"kata Yusuf.
Dari segi prestasi, tahun 2014, Sidrap berhasil keluar sebagai juara pertama tingkat nasional lomba P3A. Untuk lomba ini Dinas PSDA dan Dinas Pertanian dan Perkebunan yang memegang andil.
"Kita juga berhasil meraih peringkat III lomba huru Operasi dan Pemeliharaan tingkat Provinsi Sulsel tahun lalu,"tandasnya.(humas)