Dipandu Mahasiswa KKN Unhas, Anak-anak di Tanete Belajar Jadi Pengguna Jalan yang Tertib

Selasa, 28 Juli 2026
Dipandu Mahasiswa KKN Unhas, Anak-anak di Tanete Belajar Jadi Pengguna Jalan yang Tertib

Dipandu Mahasiswa KKN Unhas, Anak-anak di Tanete Belajar Jadi Pengguna Jalan yang Tertib

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin mengajak anak-anak di Desa Tanete belajar menjadi pengguna jalan yang tertib melalui sosialisasi "Misi Tertib Jalan dan Kesadaran Berkendara" di MIS DDI Tanete, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (28/7/2026).

Program kerja individu tersebut bertujuan menanamkan kesadaran berlalu lintas sejak usia dini melalui pengenalan rambu-rambu lalu lintas, fungsi lampu lalu lintas, serta aturan berkendara sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

Agar materi mudah dipahami, sosialisasi dikemas secara interaktif. Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa, kemudian dilanjutkan penyampaian materi mengenai jenis-jenis rambu lalu lintas, serta fungsi lampu lalu lintas.

Dipaparkan pula aturan berkendara yang aman, seperti kewajiban menggunakan helm dan larangan mengendarai kendaraan bermotor bagi anak yang belum memenuhi usia sesuai ketentuan.

Suasana kelas semakin hidup saat mahasiswa menghadirkan permainan edukatif, kuis, dan posttest. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, aktif menjawab pertanyaan, sekaligus berani mengajukan berbagai pertanyaan terkait keselamatan berlalu lintas.

Kepala Sekolah MIS DDI Tanete menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini.

"Karena banyak anak-anak madrasah sudah berkendara, baik di lingkungan sekitar maupun di jalan raya, jadi kami sangat bersyukur untuk materi yang diberikan," ujarnya.

Penanggung jawab program, Rivkazeha Lestari dari Program Studi Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin, mengatakan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas perlu diberikan sejak dini karena banyak anak telah mengenal kendaraan, bahkan mulai berkendara.

"Melihat banyak anak sudah mengenal kendaraan, saya ingin menanamkan pentingnya tertib berlalu lintas sejak dini," katanya.

Melalui metode pembelajaran yang interaktif, mahasiswa berharap materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diingat oleh para siswa. Hasil pembelajaran kemudian kembali diukur melalui posttest dan kuis sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman peserta.

Mahasiswa berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga menjadi pengingat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk lebih disiplin saat berada di jalan. Dengan begitu, kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas dapat tumbuh sejak dini dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...