Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidrap menggelar Pelatihan Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran di UPT SD Negeri 10 Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kepala Disdikbud Sidrap H. Sirajuddin, Kepala Seksi Kelembagaan Sarana dan Prasarana Yunni, serta Ketua Tim Akselerasi Digitalisasi Pembelajaran Kabupaten Sidrap bersama rombongan.
Pelatihan ini diikuti guru dari 40 sekolah di Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan komposisi satu guru mewakili setiap sekolah yang terdiri atas jenjang TK, SD, SMP, dan SMA.
Dalam sambutannya, Sirajuddin menyampaikan kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam mendorong percepatan program digitalisasi sekolah di Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, digitalisasi pembelajaran merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya melalui pemanfaatan teknologi di ruang kelas.
“Kegiatan ini sangat positif karena mendorong program digitalisasi sekolah. Harapan kami, di tahun-tahun mendatang program ini tetap eksis di Kabupaten Sidenreng Rappang, baik di wilayah perkotaan maupun di daerah khusus atau perbatasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya berkoordinasi dengan sekolah-sekolah, khususnya yang berada di wilayah perbatasan, untuk mengatasi berbagai hambatan dalam penerapan digitalisasi pembelajaran.
“Kami berharap di tahun ini semua sekolah yang ada di Kabupaten Sidenreng Rappang sudah bisa melaksanakan program digitalisasi, termasuk dengan pemanfaatan papan interaktif digital di sekolah,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, H. Sirajuddin juga menyampaikan apresiasi kepada tim BBPMP Sulawesi Selatan atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan. Ia berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua pemateri, yaitu Siswandi dan Dirlan, dengan materi utama Eksplorasi Pemanfaatan dan Pemeliharaan Peralatan Digitalisasi Pembelajaran.
Kegiatan direncanakan berlangsung selama dua hari dengan berbagai materi pelatihan. Pada hari pertama peserta memperoleh materi eksplorasi, pemeliharaan, dan troubleshooting peralatan digitalisasi pembelajaran.
Peserta juga mendapatkan materi delapan langkah pengelolaan peralatan digitalisasi pembelajaran serta pemanfaatan digital dalam pembelajaran mendalam menggunakan TPACK untuk pembelajaran interaktif.
Selain itu, peserta mengikuti praktik pengembangan pembelajaran interaktif melalui pemanfaatan sarana digitalisasi pembelajaran (IFP), pemanfaatan ruang murid dan kecerdasan artifisial untuk mendukung digitalisasi pembelajaran, serta praktik penyusunan rencana pembelajaran interaktif melalui pemanfaatan perangkat digitalisasi pembelajaran.
Sementara pada hari kedua peserta mengikuti materi lanjutan berupa praktik real teaching atau peer teaching pembelajaran interaktif dengan pemanfaatan perangkat digitalisasi pembelajaran, penyusunan rencana tindak lanjut, post-test, serta evaluasi pelaksanaan kegiatan.
Melalui pelatihan ini diharapkan para guru mampu memanfaatkan perangkat digital secara optimal sehingga proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, inovatif, dan selaras dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Pewarta: MUSTAMIN TABAH
Editor: NURYADIN SUKRI