Sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dijadwalkan menggelar Salat Istisqa tingkat kabupaten pada Kamis, 30 Juli 2026, sekitar pukul 07.30 Wita di Stadion Ganggawa, Kecamatan Maritengngae.
Untuk mematangkan pelaksanaannya, Pemkab Sidrap menggelar rapat koordinasi bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Sidrap di Ruang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Kantor Bupati Sidrap, Senin (27/7/2026).
Rapat dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Iqbal, didampingi Kepala Bagian Kesra, Syamsuddin. Hadir pula Kepala Kantor Kemenag Sidrap, Fitriadi, Staf Ahli Bupati Bidang Pembinaan Masyarakat, Bachtiar, Ketua MUI Sidrap, K.H. Abdul Malik Tibe, para camat, kepala KUA, serta perwakilan instansi terkait.
Kepala Bagian Kesra, Syamsuddin, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Sidrap agar pelaksanaan Salat Istisqa tingkat kabupaten digelar secara akbar dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
"Salat Istisqa ini digelar secara besar-besaran dengan melibatkan seluruh komponen, mulai dari OPD, santri pondok pesantren, hingga masyarakat umum," ujar Syamsuddin.
Kepala Kantor Kemenag Sidrap, Fitriadi, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Ia juga menyebut Stadion Ganggawa sangat tepat menjadi lokasi pelaksanaan karena mudah diakses dan dapat menampung ribuan jemaah.
Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Iqbal, Muhammad Iqbal berharap seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam Salat Istisqa tingkat kabupaten sebagai ikhtiar bersama memohon turunnya hujan, sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menghadapi musim kemarau.
"Mari kita sukseskan pelaksanaan Salat Istisqa tingkat kabupaten ini dengan mengikuti aturan dan tata cara sesuai tuntunan agama," ujar Iqbal.
Dalam kesempatan itu, jajaran ulama menekankan pentingnya mengamalkan sunnah-sunnah Salat Istisqa agar ibadah tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ikhtiar spiritual yang disertai keikhlasan dan harapan akan turunnya rahmat Allah SWT.
Jemaah diimbau memperbanyak istigfar dan bertobat, mengenakan pakaian sederhana, mengajak kalangan sepuh, kaum duafa, serta anak-anak untuk hadir berdoa bersama. Selain itu, jemaah dianjurkan bersedekah yang nantinya akan disalurkan kepada fakir miskin.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI