Berinteraksi dengan hewan menjadi hal tak terhindarkan dari keseharian anak-anak. Tanpa pengetahuan yang cukup, interaksi tersebut juga dapat membawa risiko penularan penyakit.
Hal inilah yang mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan edukasi pencegahan penyakit zoonosis kepada siswa sekolah dasar di Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Melalui program kerja bertajuk “Sahabat Sehat: Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis bagi Siswa Sekolah Dasar”, mahasiswa KKN-PK Unhas, Calvin Parningotan Adiputra, membimbing siswa mengenali penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia sekaligus memahami cara melindungi diri dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi tersebut dilaksanakan di tiga sekolah, yakni UPT SDN 7 Otting pada 17 Juli 2026, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ajubissue pada 21 Juli 2026, serta UPT SDN 8 Otting pada 29 Juli 2026. Kegiatan ini melibatkan 49 siswa kelas 5–6 dari ketiga sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak mengenal berbagai jenis penyakit zoonosis, seperti rabies, cacingan, jamur kulit atau kudis, serta toxoplasmosis.
Selain mengenali penyebab dan cara penularannya, siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah sederhana untuk mencegah risiko penyakit, mulai dari menjaga kebersihan diri hingga mencuci tangan dengan benar setelah berinteraksi dengan hewan.
Pembelajaran dikemas secara interaktif melalui pre-test, penyampaian materi, praktik cuci tangan sesuai standar WHO, kuis edukatif bergambar, hingga post-test untuk melihat peningkatan pemahaman peserta.
Calvin Parningotan Adiputra mengatakan edukasi zoonosis penting diberikan sejak usia sekolah dasar karena anak-anak memiliki kedekatan dengan hewan peliharaan di lingkungan sekitar.
“Anak-anak di Desa Ajubissue sangat dekat dengan hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan unggas, sehingga risiko penularan penyakit zoonosis cukup nyata. Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak mengenali jenis-jenis penyakit zoonosis, memahami cara penularannya, dan yang terpenting, terbiasa mencuci tangan dengan benar setelah berinteraksi dengan hewan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian edukasi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti kuis, serta mempraktikkan cara mencuci tangan yang benar secara bersama-sama.
Menurut Calvin, pengetahuan yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang diterapkan siswa di rumah maupun lingkungan sekolah.
“Saya berharap materi yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk lebih waspada namun tetap nyaman berinteraksi dengan hewan peliharaan. Ketika mereka terbiasa mencuci tangan dan mengetahui tanda bahaya seperti gigitan atau cakaran, mereka juga akan lebih mudah melindungi diri sendiri sekaligus melaporkan kepada orang tua atau guru bila diperlukan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Unhas berharap siswa Desa Ajubissue dapat menjadi generasi yang lebih sadar terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Dengan memahami cara pencegahan penyakit zoonosis sejak dini, siswa diharapkan mampu menjaga kesehatan diri sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat sekitar.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI