Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu bertajuk “SIGAP RABIES (Sosialisasi Gerakan Anak Peduli Rabies): Edukasi Pencegahan Rabies bagi Siswa SD Negeri 7 Lancirang” di SD Negeri 7 Lancirang, Kelurahan Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai bahaya rabies sebagai penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, sekaligus mendorong penerapan langkah-langkah pencegahan sejak usia dini.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-PK Unhas membekali siswa dengan pemahaman mengenai cara berinteraksi secara aman dengan hewan penular rabies, khususnya anjing dan kucing, serta tindakan pertolongan pertama yang perlu dilakukan apabila terjadi gigitan hewan.
Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa menyampaikan materi terkait pengertian rabies, penyebab penyakit, mekanisme penularan, tanda-tanda klinis pada hewan yang terinfeksi, hingga upaya pencegahan melalui vaksinasi rabies secara rutin pada hewan peliharaan.
Selain itu, siswa juga diberikan edukasi mengenai penanganan awal luka gigitan hewan, yaitu dengan segera mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit sebelum mendapatkan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi langsung, pemutaran media visual, diskusi kelompok, sesi tanya jawab, pengerjaan kuesioner pre-test dan post-test, serta kuis berhadiah sebagai bentuk apresiasi kepada siswa yang aktif berpartisipasi.
Penanggung jawab kegiatan, Salwa Nadya Alnur (NIM C031231038) dari KKN-PK 69 Posko Kelurahan Ponrangae, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan rabies.
“Kami ingin adik-adik di SD Negeri 7 Lancirang memahami bahwa rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya, tetapi dapat dicegah. Dengan pemahaman yang benar mengenai cara berinteraksi dengan hewan dan penanganan awal gigitan, anak-anak dapat menjadi agen informasi bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan para siswa. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, termasuk saat memperagakan tata cara pencucian luka gigitan serta menjawab pertanyaan dalam sesi kuis.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pencegahan dan penanganan awal rabies setelah mengikuti edukasi.
Melalui program SIGAP RABIES, mahasiswa KKN-PK Unhas mengajak seluruh siswa untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan di lingkungan sekitar, memastikan hewan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin, serta selalu berhati-hati saat berinteraksi dengan hewan liar maupun hewan peliharaan.
Diharapkan edukasi tersebut dapat membekali siswa dalam menjaga keselamatan diri sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Kelurahan Ponrangae yang lebih sadar dan tanggap terhadap pencegahan rabies.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI