SIGAP Rabies, Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD Negeri 7 Lancirang Cegah Penyakit Zoonosis

Sabtu, 1 Agustus 2026
SIGAP Rabies, Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD Negeri 7 Lancirang Cegah Penyakit Zoonosis

SIGAP Rabies, Mahasiswa KKN-PK Unhas Edukasi Siswa SD Negeri 7 Lancirang Cegah Penyakit Zoonosis

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program SIGAP Rabies (Sosialisasi Gerakan Anak Peduli Rabies) memberikan edukasi pencegahan penyakit zoonosis kepada siswa SD Negeri 7 Lancirang, Kelurahan Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut menyasar siswa kelas 5 dan 6 sebagai langkah meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai bahaya rabies, cara penularan, serta upaya pencegahan penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

Melalui program SIGAP Rabies, mahasiswa KKN-PK Unhas mengajak para siswa mengenali risiko rabies di lingkungan sekitar, khususnya dalam interaksi dengan hewan penular seperti anjing dan kucing. Edukasi ini juga bertujuan membentuk perilaku aman serta meningkatkan kepedulian anak terhadap kesehatan hewan peliharaan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai penyebab rabies, tanda-tanda hewan yang terinfeksi, pentingnya vaksinasi rabies pada hewan peliharaan, hingga tindakan pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan.

Mahasiswa juga memberikan demonstrasi langsung mengenai penanganan awal luka gigitan dengan mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit sebelum segera mendapatkan pelayanan kesehatan.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui ceramah edukatif, pemutaran media visual, diskusi, sesi tanya jawab, pengisian pre-test dan post-test, serta kuis berhadiah untuk mengukur pemahaman peserta.

Penanggung jawab kegiatan, Salwa Nadya Alnur (NIM C031231038) dari KKN-PK 69 Posko Kelurahan Ponrangae, menyampaikan kegiatan SIGAP Rabies merupakan upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, terhadap pencegahan rabies.

“Kami berharap informasi dan keterampilan pertolongan pertama yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para siswa dapat bermain dengan aman, terhindar dari bahaya gigitan hewan penular rabies, dan menciptakan lingkungan sekolah serta masyarakat yang lebih sehat,” tutur Salwa.

Kegiatan ini mendapat antusiasme dari siswa dan pihak sekolah. Para peserta aktif mengikuti rangkaian edukasi, mulai dari memperagakan cara mencuci luka gigitan hingga menjawab pertanyaan dalam sesi kuis.

Melalui SIGAP Rabies, mahasiswa KKN-PK Unhas berharap siswa SD Negeri 7 Lancirang dapat menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan turut berkontribusi dalam upaya pencegahan rabies di Kelurahan Ponrangae.

Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...