Mahasiswa KKN-PK Unhas Jalankan Program SAHABAT, Tingkatkan Kesadaran Warga Bulucenrana terhadap Bahaya Rabies

Senin, 3 Agustus 2026
Mahasiswa KKN-PK Unhas Jalankan Program SAHABAT, Tingkatkan Kesadaran Warga Bulucenrana terhadap Bahaya Rabies

Mahasiswa KKN-PK Unhas Jalankan Program SAHABAT, Tingkatkan Kesadaran Warga Bulucenrana terhadap Bahaya Rabies

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Program SAHABAT (Sadar Bahaya Rabies untuk Masyarakat Sehat) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan dan penanganan penyakit rabies di Desa Bulucenrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 14–15 Juli 2026 di seluruh dusun di Desa Bulucenrana dan kembali dilanjutkan pada 1 Agustus 2026 bertepatan dengan pelaksanaan Posyandu di Dusun II Pujo.

Program SAHABAT dilatarbelakangi kondisi masyarakat Desa Bulucenrana yang banyak memelihara anjing, baik sebagai hewan penjaga maupun hewan peliharaan. 

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai penyebab, cara penularan, tanda-tanda hewan yang terinfeksi rabies, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, serta langkah pertolongan pertama apabila terjadi gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat sebelum menerima materi. Selanjutnya, mahasiswa KKN menyampaikan penyuluhan secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab.

Setelah penyampaian materi, peserta kembali mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap peningkatan pemahaman. 

Kegiatan ditutup dengan pembagian leaflet berisi informasi mengenai pencegahan rabies, langkah pertolongan pertama setelah gigitan hewan, serta imbauan untuk segera mendapatkan pelayanan kesehatan apabila mengalami paparan.

Kegiatan tersebut berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat. Warga antusias mengikuti penyuluhan serta aktif menyampaikan pertanyaan terkait penanganan gigitan hewan dan upaya melindungi keluarga dari risiko rabies.

Kepala Puskesmas Dongi, Hj. Andi Darnah, S.K.M., mengapresiasi pelaksanaan Program SAHABAT. Menurutnya, edukasi mengenai rabies sangat penting mengingat masih banyak masyarakat yang memelihara anjing.

"Edukasi tentang rabies seperti ini memang sangat diperlukan karena masyarakat kita masih banyak yang memelihara anjing. Dengan turun langsung ke tengah masyarakat, informasi yang diberikan menjadi lebih mudah dipahami dan diharapkan dapat mengubah kebiasaan masyarakat dalam menangani kasus gigitan hewan," ujarnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat memahami langkah pertolongan pertama dan pentingnya segera mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga risiko akibat rabies dapat ditekan.

Salah seorang peserta Posyandu mengaku memperoleh pengetahuan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut sebelumnya hanya mengetahui gigitan anjing berbahaya, tetapi belum memahami tindakan yang harus dilakukan.

"Setelah ikut penyuluhan ini, saya jadi tahu bahwa luka harus segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir, lalu segera ke puskesmas. Penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang bisa langsung kami terapkan," ungkapnya.

Melalui Program SAHABAT, mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas berharap masyarakat Desa Bulucenrana semakin memahami bahaya rabies, mampu melakukan penanganan awal yang tepat ketika terjadi gigitan hewan, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan hewan peliharaan sebagai upaya mencegah penyebaran rabies di lingkungan sekitar.

Pewarta: TIM
Pewarta: NURYADIN SUKRI

Chat Admin
Mulai chat dengan admin...