Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan sosialisasi panduan layanan administrasi desa secara door to door di Desa Kalosi Alau, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai layanan administrasi yang tersedia di kantor desa beserta persyaratan yang harus dipenuhi sehingga proses pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Program kerja individu ini diawali dengan penyusunan Panduan Layanan Administrasi Desa berdasarkan hasil observasi dan koordinasi bersama Pemerintah Desa Kalosi Alau.
Dari hasil identifikasi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara lengkap jenis layanan administrasi maupun persyaratan yang harus dipersiapkan sebelum mengurus dokumen di kantor desa.
Kondisi tersebut kerap menyebabkan warga datang dengan berkas yang belum lengkap sehingga proses pelayanan menjadi lebih lama.
Sebagai solusi, mahasiswa KKN-T menyusun panduan layanan administrasi dalam bentuk leaflet yang memuat informasi mengenai berbagai jenis layanan beserta persyaratan administrasi yang diperlukan.
Panduan tersebut mencakup layanan SIBILLAE, SIBERAS, SIKS-NG, dan ALAKO. Seluruh informasi disusun menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat.
Sebelum dicetak dan dibagikan, isi panduan terlebih dahulu dikonsultasikan dengan perangkat Desa Kalosi Alau untuk memastikan kesesuaian informasi dengan prosedur pelayanan yang berlaku di kantor desa.
Penanggung jawab program kerja individu, Putri Faizah Zalsabila HK dari Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, mengatakan bahwa panduan tersebut diharapkan menjadi media informasi yang memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan administrasi desa.
"Melalui penyusunan panduan layanan administrasi desa ini, kami berharap masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai jenis layanan yang tersedia beserta persyaratan yang harus dipenuhi sebelum datang ke kantor desa. Dengan demikian, masyarakat dapat mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan sehingga proses pelayanan dapat berjalan lebih cepat, tertib, dan efisien," ujarnya.
Setelah panduan selesai disusun, mahasiswa melaksanakan sosialisasi secara door to door dengan mengunjungi rumah-rumah warga sambil membagikan leaflet.
Selain menyerahkan leaflet, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai fungsi setiap layanan administrasi, persyaratan yang harus dipenuhi, serta alur pengurusan dokumen di Kantor Desa Kalosi Alau.
Metode ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya secara langsung mengenai layanan yang belum dipahami.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Warga menilai informasi yang disampaikan mudah dipahami dan bermanfaat karena leaflet dapat disimpan sebagai panduan saat membutuhkan layanan administrasi desa.
Kehadiran panduan ini diharapkan dapat mengurangi kesalahan dalam pemenuhan persyaratan administrasi sekaligus mendukung pelayanan yang lebih cepat, tertib, efektif, efisien, dan transparan.
Melalui program ini, Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap Panduan Layanan Administrasi Desa dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat maupun Pemerintah Desa Kalosi Alau sebagai media informasi pelayanan publik.
Program ini juga diharapkan berkontribusi dalam mewujudkan pelayanan publik desa yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI