Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas), Abbiyyu Fawwaz, mengajarkan cara mengenali dan mengelola emosi kepada anak SD di Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (27/7/2026).
Edukasi bertajuk Learning About Feelings: Understanding Emotion, One Smile at a Time ini dilaksanakan di SDN 7 Otting dan Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Ajubissue sebagai upaya menanamkan kesadaran kesehatan mental sejak usia dini.
Program ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai emosi. Kegiatan diikuti siswa kelas IV dari kedua sekolah.
Sebelum materi diberikan, peserta terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengukur pengetahuan awal mereka tentang emosi.
Selanjutnya, siswa memperoleh materi mengenai pengertian emosi, enam emosi dasar, emosi campuran, dampak memendam emosi, serta cara mengenali, menerima, dan mengelola emosi dengan baik.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui kuis, permainan studi kasus, dan sesi berbagi pengalaman. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta.
Penanggung jawab kegiatan, Abbiyyu Fawwaz, mengatakan kemampuan mengenali emosi perlu ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu anak-anak memahami bahwa semua emosi adalah hal yang normal. Anak-anak perlu mengetahui bahwa merasa senang, sedih, marah, takut, terkejut, maupun jijik adalah hal yang wajar. Yang terpenting adalah bagaimana mereka belajar mengenali, menerima, dan mengungkapkan emosi tersebut dengan cara yang baik," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, mengikuti permainan, dan berbagi pengalaman ketika merasakan berbagai macam emosi.
Suasana belajar yang interaktif membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus berani menyampaikan pendapat di depan teman-temannya.
Kegiatan ini juga melatih siswa untuk mengekspresikan emosi secara positif. Selain itu, edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan yang sehat antara siswa, guru, dan teman sebaya.
Abbiyyu berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, anak-anak mampu memahami diri sendiri dan membangun hubungan yang lebih baik dengan orang di sekitarnya.
"Saya berharap materi yang telah disampaikan hari ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk lebih memahami dirinya sendiri. Ketika mereka mampu mengenali apa yang sedang dirasakan, mereka juga akan lebih mudah mengendalikan emosi, berkomunikasi dengan baik kepada orang tua, guru, maupun teman, serta membangun hubungan yang lebih positif dengan orang di sekitarnya. Semoga pembelajaran sederhana ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perkembangan mereka," tuturnya.
Melalui program Learning About Feelings: Understanding Emotion, One Smile at a Time, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dapat tumbuh sejak usia dini.
Dengan memahami dan mengelola emosi secara tepat, siswa diharapkan menjadi pribadi yang lebih percaya diri, empatik, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan saling menghargai di Desa Ajubissue.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI