Penguatan pelayanan administrasi desa berbasis digital menjadi fokus dalam Workshop Penerapan Aplikasi Srikandi yang digelar mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah (UMS) Rappang Posko Betao Riase bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sidrap, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riase, diikuti aparat Desa Betao Riase dan Desa Betao. Workshop ini menjadi wadah pembelajaran bagi aparatur desa dalam memahami pemanfaatan aplikasi Srikandi untuk mendukung pengelolaan administrasi pemerintahan yang lebih efektif, aman, dan modern.
Tema yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu “Digitalisasi Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Berbasis Agropreneur Menuju Desa yang Inovatif, Mandiri, dan Religius” .
Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kominfo Sidrap Mahluddin, Sekretaris Dinas Kominfo Mursalim Halim, Kabid Persandian Amsir Muan, Kepala Desa Betao Riase Suardi Laupe, Babinsa Betao Riase Sinau, tim Kominfo Sidrap, mahasiswa KKN UMS Rappang dan mahasiswa KKN Tematik Unhas Posko Betao Riase.
Kepala Desa Betao Riase, Suardi Laupe, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Kominfo Sidrap, mahasiswa KKN UMS Rappang, aparat desa, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, penerapan aplikasi Srikandi menjadi salah satu langkah yang dapat membantu aparatur desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Program ini memudahkan pelayanan. Srikandi perlu disosialisasikan lebih jauh agar dapat dipahami dan dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Suardi juga mengapresiasi kehadiran Kepala Dinas Kominfo Sidrap bersama jajaran yang sekaligus melihat langsung kondisi jaringan internet di wilayah Desa Betao Riase.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Sidrap Mahluddin mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UMS Rappang yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia menyebut kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi digital hingga tingkat desa.
Mahluddin menjelaskan aplikasi Srikandi memberikan kemudahan dalam pengelolaan dokumen sekaligus meningkatkan keamanan administrasi pemerintahan melalui penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
“Banyak hal yang bisa dimanfaatkan di aplikasi Srikandi. Di antaranya mengelola surat dan arsip dinas secara digital, tanda tangan elektronik, hingga memfasilitasi kolaborasi antarinstitusi. Tujuannya meningkatkan efisiensi, transparansi dan keamanan arsip," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kabid Persandian Dinas Kominfo Sidrap, Amsir Muan, memberikan materi mengenai penerapan aplikasi Srikandi dan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan coaching praktik langsung penggunaan aplikasi Srikandi. Aparatur dari dua desa, yakni Desa Betao Riase dan Desa Betao, antusias mengikuti kegiatan serta aktif berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan terkait penerapan aplikasi tersebut.
Melalui kegiatan ini, diharapkan aparatur desa semakin siap menerapkan sistem administrasi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang inovatif dan mandiri.
Pewarta: ANWAR
Editor: NURYADIN SUKRI