Program kerja individu NUGGETA (Nugget Telur Bergizi) menjadi salah satu inovasi mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Inovasi Desa Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kelurahan Macorawalie, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (27/7/2026) ini bertujuan memperkenalkan olahan telur dan sayuran sebagai camilan bergizi untuk mendukung pertumbuhan anak sekaligus mencegah stunting.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai stunting, pentingnya konsumsi protein hewani, serta kandungan gizi yang terdapat pada telur dan sayuran.
Setelah itu, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan nugget telur sayur menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan dapat dipraktikkan di rumah.
Ibu-ibu dan masyarakat setempat mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka terlibat langsung dalam proses pembuatan nugget serta aktif berdiskusi mengenai pengolahan pangan bergizi bagi anak.
Penyuluh Keluarga Berencana (KB), Reski Nurmadana, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, pelatihan pembuatan nugget telur sangat bermanfaat bagi ibu yang memiliki anak berisiko stunting karena menghasilkan makanan bergizi tanpa bahan pengawet.
"Untuk kegiatan pada hari ini sangat bermanfaat untuk bayi-bayi yang berisiko stunting. Pelatihan pembuatan nugget ini sangat berguna untuk ibu-ibu yang memiliki bayi stunting untuk dikonsumsi sehari-hari. Sangat bermanfaat karena sangat bergizi dan tidak mengandung pengawet," ujarnya.
Pelaksana program NUGGETA, Salsabila Atsilah, mahasiswa Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Hasanuddin, mengatakan program ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan pangan lokal bergizi di tengah masyarakat.
"Kami memperkenalkan olahan telur dan sayuran sebagai camilan bergizi untuk mendukung pertumbuhan anak. Kami berharap program ini dapat mendukung program Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang, yaitu konsumsi satu telur setiap hari, sebagai salah satu upaya pencegahan stunting," katanya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan mengolah telur dan sayuran menjadi camilan bergizi yang sehat, praktis, dan mudah dibuat.
Program NUGGETA diharapkan menjadi salah satu alternatif pemanfaatan pangan lokal untuk mendukung pemenuhan gizi anak serta berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting.
Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being), melalui peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi bagi tumbuh kembang anak.
Pewarta: TIM
Editor: NURYADIN SUKRI