Pemerintah Kabupaten Sidrap menjajaki peluang kerja sama investasi energi terbarukan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan.
Hal ini mengemuka saat Bupati Syaharuddin Alrif menerima audiensi PT Lumaga Heksa Jaya di ruang kerjanya, Kamis (4/12/2025).
Audiensi tersebut turut dihadiri Auditor Satu Itwasda Polda Sulsel Kombes Polisi Budi Wahyono, Wakil Bupati Nurkanaah, Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah.
Dalam pertemuan itu, pihak Lumaga Heksa Jaya memaparkan tantangan kelistrikan Sulawesi Selatan, termasuk pertumbuhan permintaan listrik yang terus meningkat.
Perusahaan juga menguraikan arah Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang menempatkan sejumlah proyek strategis di Sulawesi Selatan pada 2026–2027.
Proyek tersebut meliputi PLTGU, PLTMG, PLTA, PLTS, dan PLTB yang dipadukan dengan sistem penyimpanan energi (BESS) guna menjaga kecukupan daya sekaligus meningkatkan bauran energi terbarukan.
Perwakilan Lumaga Heksa Jaya juga menyampaikan pemetaan kondisi kelistrikan sesuai RUPTL 2025–2034 dan mengajukan peluang kerja sama pengembangan pembangkit energi terbarukan serta sistem penyimpanan energi di Sidrap dan wilayah Sulawesi Selatan.
Melalui kerja sama tersebut, mereka menargetkan penguatan kemandirian dan keandalan pasokan listrik, pengurangan ketergantungan pada BBM, penurunan penggunaan PLTD, dan efisiensi biaya penyediaan listrik.
Dampak lain yang diharapkan yakni peningkatan kualitas hidup masyarakat, meningkatnya daya tarik investasi industri berbasis energi bersih, serta kontribusi pada target bauran energi terbarukan nasional dan program elektrifikasi desa 3T.
Bupati Syaharuddin Alrif menyambut baik paparan tersebut. Ia menyatakan Sidrap terbuka terhadap investasi energi terbarukan untuk memperkuat layanan publik.
"Kami senantiasa mendorong program yang memacu pertumbuhan ekonomi, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," tegasnya.
Pewarta: ANDI MUNAWARAH & ANDI HAMKA
Editor: NURYADIN SUKRI