Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali mempertegas posisinya sebagai pusat produksi telur terbesar di kawasan timur Indonesia.
Hal ini ditandai dengan pelepasan distribusi telur ayam ras senilai kurang lebih Rp3,8 miliar oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, di kawasan peternakan modern PT Cahaya Mario, Kecamatan Kulo, Kamis (12/3/2026).
Kepala BPS RI didampingi oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, Ketua TP PKK Hj. Haslindah Syaharuddin, serta Sekda Sidrap Andi Rahmat Saleh.
Turut hadir, Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulsel Muhammad Ishaq Iskandar, Forkopimda Sidrap, jajaran pejabat Pemkab Sidrap, dan undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 71 ribu rak telur dilepas untuk dikirim ke berbagai daerah, seperti Berau, Balikpapan, Kendari, Manado, Samarinda, hingga Nunukan.
PT Cahaya Mario sendiri berkontribusi mengirimkan 13 truk telur senilai Rp2,045 miliar, sementara beberapa perusahaan lain seperti Dirga Group, PT Yusra Palupi Damai, CV Puncak Ternak, dan CV Mitra Mandiri juga melepas armada distribusinya secara serentak.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar mengapresiasi tinggi skala produksi telur di Kabupaten Sidrap yang sangat masif.
Ia menyebut kondisi itu merupakan bukti nyata kemandirian pangan daerah yang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan stabilitas pasokan pangan hewani.
"Setelah melihat langsung di lapangan, data statistik yang kami miliki ternyata sangat sesuai dengan fakta. Ini menunjukkan kualitas data dari Sidrap sangat baik dan daerah ini benar-benar menjadi tulang punggung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya untuk program Makan Bergizi Gratis," ujar Amalia.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa produksi telur di Sidrap kini mencapai angka 5 juta butir per hari.
Ia menekankan bahwa sektor peternakan bukan sekadar unit bisnis, melainkan penggerak utama ekonomi kerakyatan yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal di Bumi Nene Mallomo.
Momentum tersebut menjadi simbol kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga kedaulatan pangan nasional berbasis data yang akurat dan terpercaya.
Pewarta: HARIYANTO BASRI
Editor: NURYADIN SUKRI